Militan Rohingya serang pos polisi Myanmar, 12 orang tewas
Militan Rohingya serang pos polisi Myanmar, 12 orang tewas. Sedikitnya lima polisi dan tujuh militan muslim Rohingya tewas di Negara Bagian Rakhine setelah kelompok militan menyerang 24 pos polisi secara serentak tadi malam.
Sedikitnya lima polisi dan tujuh militan muslim Rohingya tewas di Negara Bagian Rakhine setelah kelompok militan menyerang 24 pos polisi secara serentak tadi malam.
Polisi mengatakan para militan membawa senjata api dan parang lalu menyerang sejumlah pos pemeriksaan di perbatasan, seperti dilansir kantor berita the Associated Press, Jumat (25/8).
Serangan itu dilaporkan terjadi lewat tengah malam, beberapa jam setelah Ketua Komisi Penasihat Rakhine yaitu mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan menyerahkan laporan tentang konflik sektarian di Myanmar. Dalam laporan itu Annan menyerukan pemerintah Myanmar meningkatkan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial untuk memecahkan konflik antara warga Buddha dan kelompok minoritas muslim Rohingya.
"Lebih dari 150 penyerang muslim mengepung pos kami dengan parang dan senjata," ujar Htun Naing, polisi perbatasan di Desa Taung Pasa, sebelah utara Buthidaung.
"Dua polisi perbatasan dari pos saya di Desa Taung Pasa dan total lima polisi tewas," kata Htun Naing.
Serangan tadi malam serupa dengan apa yang terjadi pada Oktober tahun lalu yang menewaskan sembilan polisi. Selepas kejadian Oktober itu militer Myanmar menggelar operasi yang membuat 87 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh dan PBB menuduh pasukan militer Myanmar melakukan kejahatan kemanusiaan.
Baca juga:
Nestapa korban konflik Myanmar mengungsi di China
Suu Kyi tolak penyelidikan PBB soal kekerasan terhadap Rohingya
Polisi malah lari saat muslim Rohingya dihakimi massa hingga tewas
Nasib mencekam muslim Rohingya di Tanah Emas
Myanmar bantah laporan PBB soal pelanggaran HAM muslim Rohingya