MILF setuju beri bantuan kemanusiaan dan selamatkan warga Marawi
Pejuang MILF, MNLF, dan NPA tidak terdampak aturan darurat militer ditetapkan Presiden Rodrigo Duterte.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah bertemu dengan para pemimpin Front Pembebasan Islam Moro (MILF) Senin lalu. Pertemuan ini dimaksudkan untuk membahas pertempuran antara militan Maute dengan pasukan pemerintah di Kota Marawi.
Lewat situs resmi MILF, Luwaran, kelompok tersebut mengatakan ketuanya Murad Ebrahim menyambut baik gagasan presiden. Duterte meminta kelompok ini untuk membantu pemerintah membebaskan warga yang terjebak di tengah pertempuran Kota Marawi. Mereka juga diminta memberikan bantuan kemanusiaan bagi warga sipil.
"Modalitas kerja sama akan dibentuk antara Pemerintah Filipina dengan MILF," ujar kelompok itu, seperti dilansir dari laman Inquirer, Rabu (31/5).
MILF menambahkan Komite Koordinasi Penghentian Permusuhan (PKS) akan digunakan untuk merencanakan dan memberikan bantuan kemanusiaan. Komite ini dibentuk untuk menerapkan pemberian bantuan secara aman ke daerah konflik.
Selain itu, dalam pertemuan dua pihak ini, Duterte meyakinkan jika darurat militer tidak berlaku bagi para anggota MILF.
"Presiden juga meyakinkan para pemimpin MILF jika darurat militer tidak berlaku bagi MILF, MNLF atau NPA. Darurat militer hanya untuk memadamkan pemberontakan kelompok Maute dan teroris terinspirasi ISIS lainnya," sambung mereka.
Selain antara Duterte dan pemimpin MILF, pertemuan di Davao itu juga dihadiri Kepala Staf Militer Filipina (AFP) Eduardo Ano. Panglima AFP ini ditunjuk presiden sebagai administrator darurat militer.
Baca juga:
Militer Filipina sebut satu WNI & 3 warga Malaysia tewas di Marawi
Konflik Filipina, JK ingatkan WNI 'Siapa main peluru bisa kena'
Ingin kondang seperti ISIS, militan Maute ancam bakar Kota Marawi
Muslimah ini pertaruhkan nyawa demi orang Kristen di Marawi
Filipina gempur lagi militan pro ISIS lewat serangan udara
Pemerintah segera evakuasi 16 WNI di Marawi