Mesir hukum gantung 15 teroris ISIS karena serang pasukan keamanan
Otoritas Mesir menghukum gantung 15 teroris karena melakukan serangan yang menewaskan pasukan keamanan di Semenanjung Sinai. Ini merupakan eksekusi dengan jumlah terbanyak yang dilakukan dalam satu hari sejak Abdel Fattah al-Sisi menjabat sebagai presiden.
Otoritas Mesir menghukum gantung 15 teroris karena melakukan serangan yang menewaskan pasukan keamanan di Semenanjung Sinai. Ini merupakan eksekusi dengan jumlah terbanyak yang dilakukan dalam satu hari sejak Abdel Fattah al-Sisi menjabat sebagai presiden.
"Vonis hukum gantung dijatuhkan oleh pengadilan militer dan eksekusi dikerahkan secara persamaan oleh pejabat kementerian dalam negeri di penjara Borj al-Arab dan Wadi al-Natroun," ujar seorang sumber keamanan, seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (27/12).
Sumber tersebut memaparkan seluruh militan berasal dari daerah Sinai. Mereka terbukti telah bergabung dengan kelompok militan negara tersebut.
"Mereka mengambil peran dalam melaksanakan, merencanakan, dan membunuh sejumlah personel tentara dan polisi di Sinai," paparnya.
Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) memiliki cabang di Sinai. Anggotanya telah melakukan serangan terhadap pasukan keamanan dalam pemberontakan selama bertahun-tahun. Tahun lalu, kelompok teroris itu memperluas target mereka dan menyasar orang-orang Kristen dan warga sipil lainnya.
Dalam serangan di sebuah masjid bulan lalu, sebanyak 300 orang tewas. Ini disebut-sebut sebagai serangan paling mematikan dalam sejarah Mesir. Namun ISIS enggan mengklaim bertangung jawab atas serangan itu.
Tahun 2015 lalu, enam orang teroris dieksekusi mati karena membunuh dua tentara saat melakukan serangan di provinsi Qalyubia, bagian utara Kairo.
Baca juga:
Turki larang perayaan Tahun Baru di Alun-alun Taksim
ISIS klaim bertanggung jawab serangan bom gereja Pakistan yang tewaskan 8 orang
AS kirim senjata untuk pemberontak Suriah, malah jatuh ke tangan ISIS
Seorang perempuan New York dituduh lakukan pencucian uang untuk danai ISIS
ISIS akhirnya buka suara tanggapi pengakuan Trump soal Yerusalem