LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Merasa satu visi, ISIS dan Al Qaidah 'merger'

ISIS dulunya sempalan Al Qaidah. Kedua kelompok teror itu sepakat tak lagi bertikai, untuk melawan AS.

2014-11-14 12:19:50
Ekstremis ISIS
Advertisement

Salah satu pemimpin kelompok oposisi Suriah mengatakan wakil Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) dan Al Qaidah melakukan pertemuan pekan lalu. Kedua kubu radikal setuju berhenti bertikai satu sama lain. Sekarang keduanya sepakat bergabung dan bekerja sama memerangi musuh mereka.

Seperti dilansir surat kabar New York Post, Jumat (14/11), kabar 'merger' dua organisasi teroris itu diumumkan tokoh oposisi sekaligus Panglima pemberontak Suriah. Dia mengatakan kedua kelompok ini bertemu secara rahasia pada 2 November lalu di utara Suriah.

"Mereka setuju untuk mengakhiri pertempuran antara mereka dan malah akan bergabung," ujar tokoh tak mau disebutkan namanya ini.

Advertisement

Munculnya kabar perjanjian kerja sama ini dipercaya analis menjadi kabar buruk bagi Amerika Serikat dan sekutunya. Di saat koalisi internasional berusaha memperlemah kekuatan ISIS yang menguasai beberapa kota di Suriah, bergabungnya Al Qaidah menambah runyam masalah.

ISIS awalnya sempalan kecil sel Al-Qaidah setelah ada kekosongan pemimpin pasca Usamah Bin Ladin tewas. Khalifah ISIS Abu Bakar al-Baghdadi sempat menyebut pimpinan Al Qaidah terlalu lemah.Kelompok itu dinilaigagal menjadi teror bagi negara kafir. "Hanya ISIS tempat bagi para pemuda yang militan dan tidak mau disetir barat," ujar al-Baghdadi seperti dilansir Al Arabiya(9/7).

Koalisi jet tempur AS-Arab Saudi sampai sekarang masih menggempur ISIS di beberapa kota penting, misalnya Fallujah (Irak) atau Kobane (Suriah). Laju pasukan khilafah memang tertahan, tapi belum ada tanda-tanda mereka melemah signifikan.

Advertisement

Bahkan dalam salah satu serangan pesawat tanpa awak, disebut-sebut al-Baghdadi tewas saat rombongannya dihantam roket akhir pekan lalu. Namun, kemarin situs ISIS melansir rekaman suara sang khilafah. Baghdadi mengatakan dia tidak mati dan justru meyakini Amerika akan mengalami kekalahan.

Dia bersumpah akan menyerang balik Arab Saudi, seandainya Presiden Amerika Serikat Barrack Hussein Obama serius menambah 1.500 tentara ke Irak.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.