LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Menyesal sebut Obama brengsek, Duterte minta maaf

Akibat perkataannya, Obama membatalkan pertemuan antara Amerika dan Filipina di sela KTT ASEAN di Laos.

2016-09-06 17:06:08
Barack Obama
Advertisement

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengaku menyesal telah menyebut Presiden Amerika Serikat Barack Obama 'brengsek'. Komentar kasarnya itu berbuntut pada batalnya pertemuan kedua kepala negara di sela KTT ASEAN di Laos, pekan ini.

"Jika memang penyebabnya adalah komentar saya yang tegas untuk menjawab pertanyaan pers tertentu yang menimbulkan kekhawatiran, kami menyesal jika itu diartikan sebagai serangan pribadi ke Presiden AS," ujar Duterte dalam pernyataan tertulis seperti dikutip Kantor Berita AFP, Selasa (6/9).

Duterte mengungkapkan penyesalannya dengan nada lebih lunak.

Advertisement

"Tujuan utama kami adalah untuk menciptakan kebijakan luar negeri independen sembari mempromosikan hubungan yang lebih dekat dengan semua negara, salah satunya Amerika Serikat, mitra kami sejak dulu," sambungnya.

Mantan Wali Kota Davao ini juga kemudian mengatakan pemimpin kedua negara akan bertemu dalam kesempatan lain.

"Kami harap untuk menepis perbedaan yang timbul dari berbagai persepsi, kedua negara tetap bisa bekerja sama dan saling bertanggung jawab," serunya.

Advertisement

Pertemuan dengan Obama direncanakan akan dilakukan di KTT ASEAN di Vientieane, Laos. Sayangnya, setelah Duterte menyebut Obama 'dasar brengsek', Presiden Negeri Paman Sam itu kemudian membatalkan pertemuan mereka.

Diduga pertemuan ini akan menyinggung masalah pelanggaran HAM dan perang pemberantasan narkoba yang diterapkan Duterte di Filipina.

Baca juga:
Disebut dasar brengsek, Obama batalkan pertemuan dengan Duterte
Walau Duterte tak suka AS, Obama selamati presiden baru Filipina
Duterte: Saya tak akan berhenti bunuh bandar narkoba
Negara maunya perang, rehabilitasi terabaikan
Koalisi menghadang perang narkoba para manusia setengah dewa

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.