Menurut PBB kawasan ini tempat paling buruk di dunia
Menurut PBB kawasan ini tempat paling buruk di dunia. Penasihat Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Suriah Jan Egeland dalam jumpa pers kemarin mengatakan, situasi di Kota Raqqa, Suriah, kini kian memburuk.
Penasihat Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Suriah Jan Egeland dalam jumpa pers kemarin mengatakan, situasi di Kota Raqqa, Suriah, kini kian memburuk, semua layanan kebutuhan dasar kemanusiaan makin sulit diperoleh warga sipil yang terjebak di tengah pertempuran.
PBB sebut Raqqa tempat paling buruk di dunia.
Penasihat Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Suriah Jan Egeland dalam jumpa pers kemarin mengatakan, situasi di Kota Raqqa kini kian memburuk, semua layanan kebutuhan dasar kemanusiaan makin sulit diperoleh warga sipil yang terjebak di tengah pertempuran.
"Kami dari PBB, dari Satuan Tugas Kemanusiaan, menyerukan agar pasukan koalisi melakukan apa yang diperlukan supaya warga sipil bisa menyelamatkan diri dari Raqqa," kata Egeland di Jenewa, Swiss, seperti dilansir laman Russia Today, Kamis (24/8).
Masih ada sekitar 25 ribu warga sipil terjebak di kawasan yang dikuasai pemberontak, termasuk ISIS, kata Egeland.
"Lima kawasan yang saat ini dikuasai ISIS di Raqqa adalah daerah yang paling buruk dan keamanan sangat rawan," ujar Egeland.
David Swanson, pejabat humas dari Koordinator Kemanusiaan PBB menyatakan, warga sipil yang terjebak di kota itu kini tidak mendapat akses memenuhi kebutuhan dasar seperti air dan makanan dan hanya mengandalkan stok makanan yang mereka simpan sebelumnya.
"Kondisi kemanusiaan sekitar 25 ribu warga sipil yang terjebak di Raqqa sangat mengenaskan. Akses untuk mendapat air minum, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya dalam kondisi terburuk selama ini," ujar Swanson.
Dia menambahkan, hanya ada satu-satunya rumah sakit yang masih beroperasi saat ini
di wilayah yang dikuasai ISIS.
Pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat dan Pasukan Demokratik Suriah dari Kurdi (SDF) masih membombardir wilayah Raqqa untuk mengusir ISIS.
"Kami dari PBB, dari Satuan Tugas Kemanusiaan, menyerukan agar pasukan koalisi melakukan apa yang diperlukan supaya warga sipil bisa menyelamatkan diri dari Raqqa," kata Egeland di Jenewa, Swiss, seperti dilansir laman Russia Today, Kamis (24/8).
Masih ada sekitar 25 ribu warga sipil terjebak di kawasan yang dikuasai pemberontak, termasuk ISIS, kata Egeland.
"Lima kawasan yang saat ini dikuasai ISIS di Raqqa adalah daerah yang paling buruk dan keamanan sangat rawan," ujar Egeland.
David Swanson, pejabat humas dari Koordinator Kemanusiaan PBB menyatakan, warga sipil yang terjebak di kota itu kini tidak mendapat akses memenuhi kebutuhan dasar seperti air dan makanan dan hanya mengandalkan stok makanan yang mereka simpan sebelumnya.
"Kondisi kemanusiaan sekitar 25 ribu warga sipil yang terjebak di Raqqa sangat mengenaskan. Akses untuk mendapat air minum, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya dalam kondisi terburuk selama ini," ujar Swanson.
Dia menambahkan, hanya ada satu-satunya rumah sakit yang masih beroperasi saat ini
di wilayah yang dikuasai ISIS.
Pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat dan Pasukan Demokratik Suriah dari Kurdi (SDF) masih membombardir wilayah Raqqa untuk mengusir ISIS.
Baca juga:
Gerak-gerik militan ISIS terus lancarkan serangan di Raqqa
Keakraban pejuang wanita Kurdi di balik perang menumpas ISIS
Bebas dari ISIS, perempuan Suriah bakar burqa dan cadar
Trump sebut bantuan AS buat pemberontak Suriah sia-sia
Meratapi perempuan & anak-anak kerabat militan ISIS hidup terlantar
4 Pemberontak Suriah membelot mendukung pasukan Presiden Assad