Menuntut pemilu adil di Malaysia, massa bentrok dengan polisi
Unjuk rasa ini lanjutan dari aksi serupa Juni tahun lalu. Belum ada laporan korban atau massa yang ditahan.
Puluhan ribu warga yang menamakan diri "gerakan bersih 3" bentrok dengan polisi di Ibu Kota Kuala Lumpur. Massa menyerang sebuah kendaraan patroli kepolisian, sebaliknya aparat menembakkan gas air mata dan cairan kimia untuk membubarkan mereka.
Harian the Straits Times melaporkan, Sabtu (28/4), kericuhan mulai terjadi sejak siang waktu setempat. Unjuk rasa yang awalnya damai di wilayah Merdeka Square berubah jadi kerusuhan dan meluas ke beberapa wilayah lain.
Polisi memperkirakan 25 ribu massa terlibat dalam unjuk rasa ini. Namun pantauan surat kabar the Sun menilai lebih dari 100 ribu orang bergabung dalam aksi itu.
Gerakan Bersih 3 ini merupakan lanjutan aksi dengan nama serupa Juli tahun lalu. Massa yang berasal dari kalangan oposisi ini menuntut pemilihan umum yang lebih adil diselenggarakan di Malaysia.
Negeri Jiran ini bakal menyelenggarakan pemilihan dua bulan lagi. Pelbagai pihak menilai Perdana Menteri Najib Razak membuat undang-undang yang menguntungkan penguasa parlemen Barisan Nasional.
Salah satu peserta aksi bernama Burd Lim menilai pemilu Malaysia rawan kecurangan, karena daftar pemilih yang kacau. "Tidak ada pemilu sempurna, tapi saya ingin negara ini punya pemilu yang berjalan adil," ujar Lim.
Sejauh ini belum ada laporan korban jatuh dari pihak pengunjuk rasa. Polisi juga belum mengumumkan penahanan terhadap kelompok Bersih itu.
Demonstrasi tahun lalu juga berakhir ricuh. Lebih dari 1.600 pengunjuk rasa ditahan saat itu juga karena menuntut pemilu yang lebih adil.(mdk/fas)