Menlu RI & Filipina sepakat dorong kerja sama keamanan di Laut Sulu
Kerja sama yang disepakati berupa penetapan "Sea Lane Corridor".
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi bertemu dengan Menlu Filipina Perfecto Rivas Yasay, Jr. guna membahas pembebasan sandera tujuh anak buah kapal Indonesia. Selain membahas hal tersebut, Menlu Retno dan Menlu Yasay Jr juga sepakat untuk mendorong kerja sama konkret pengamanan di Laut Sulu dapat segera dilakukan.
Dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Jumat (1/7), kerja sama yang disepakati berupa penetapan "Sea Lane Corridor".
Kerja sama konkret ini dapat segera dilakukan mengingat sudah ada Perjanjian Patroli Bersama antara tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia dan Filipina yang disepakati di Yogyakarta, dalam pertemuan trilateral. Kesepakatan ini semakin erat dengan adanya pertemuan kedua Menteri Pertahanan di Ibu Kota Manila, Filipina pada 26 Juni lalu.
"Kerja sama kedua negara juga perlu terus ditingkatkan untuk menghindari kemungkinan berulangnya penyanderaan di masa mendatang," ucap Menlu Retno.
Menlu perempuan pertama Indonesia ini menekankan kesiapan Indonesia untuk bekerja sama, baik di bidang pertahanan dan keamanan, maupun pembangunan.
Tiga isu bilateral yang dibahas kedua menlu ini, antara lain untuk melaksanakan kerja sama bilateral pada paruh kedua tahun 2016. Kedua menlu juga sepakat agar negosiasi penyelesaian batas landas kontinen antara kedua negara bisa segera selesai.
Baca juga:
Menlu pastikan tak ada WNI jadi korban bom bunuh diri di Turki
Ke Filipina, Menlu Retno bahas pembebasan sandera
DPR desak menlu lebih tegas pada China soal Natuna
ASEAN ingin mempererat hubungan dengan China
Perdamaian Palestina-Israel jadi fokus utama bilateral Menlu Retno