Menlu Retno: mahasiswa Indonesia tak jadi korban penembakan di UCLA
Sumber Kemlu mengatakan ada 87 mahasiswa Indonesia dan 1 tenaga pengajar di Universitas California Los Angeles (UCLA).
Insiden penembakan di Universitas California Los Angeles (UCLA) terjadi pada Rabu kemarin pukul 10 pagi waktu setempat, menewaskan Dosen Fakultas Teknik Mesin, William S. Klug. Polisi setempat yang dikerahkan menyisir lokasi langsung menutup seluruh akses kampus demi pengamanan.
Sumber siaran pers Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan terdapat 87 mahasiswa Indonesia dan 1 tenaga pengajar di UCLA. Dikatakan bahwa Menlu RI telah menerima informasi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles (KJRI LA) terkait insiden.
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyampaikan bahwa KJRI LA saat ini terus memantau situasi dari dekat termasuk menugaskan 3 orang staff KJRI untuk memantau situasi di lapangan serta berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.
"KJRI LA juga melakukan hubungan melalui pesan Whatsapp dengan beberapa mahasiswa dan tenaga pengajar WNI yang berada di dalam kampus," tulis siaran pers yang diterima merdeka.com, Kamis (2/6).
Hingga saat ini, kepolisian setempat masih terus menyisir area kampus dan mengevakuasi mahasiswa yang berada di lokasi.
Untuk info terbaru terkait mahasiswa dan staf pengajar WNI di UCLA, Kemlu memberikan nomor hotline KJRI LA yang dapat dihubungi adalah : +1 (213) 590 8095.
Baca juga:
Mahasiswa Universitas California digeledah usai insiden penembakan
Dua orang tewas dalam insiden penembakan di Universitas California
Pascapenembakan California, penjualan senpi di AS melonjak