Menlu Retno: Kapal TKI terbalik Malaysia imbas perdagangan manusia
Menlu khawatir insiden di Selangor yang tewaskan 61 WNI itu bisa terulang jika jalur ilegal tetap ada
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi mengatakan, para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan Sabak Bernam, Selangor, Malaysia sebagai korban perdagangan manusia. Menlu Retno menyampaikannya di sela-sela rapat dengan Komisi I DPR RI.
"Saudara-saudara ini merupakan korban dari tindak pidana perdagangan orang," kata Menlu Retno di Gedung DPR, Selasa (8/9).
Menurut Menlu Retno, kejadian ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi. Menlu Retno juga menjelaskan pihaknya tengah mencari cara memberantas akarnya.
"Kamis sepakat untuk melihat akar masalahnya. Masih dalam tahap untuk memberantas dari akarnya. Karena persoalan ini tidak akan selesai dan akan terulang bila kita tidak menangani akar masalahnya," ucap Menlu Retno.
Menlu Retno mengatakan isu perdagangan manusia itu juga akan dibahas dalam rapat dengan Komisi I DPR.
Total korban kapal tenggelam yang sudah ditemukan hingga hari ini mencapai 83 orang, dengan korban selamat hanya 20 orang. Sedangkan korban tewas yang telah ditemukan terdiri dari 33 laki-laki, 26 perempuan, dan satu balita.
Informasi dihimpun KBRI Kuala Lumpur, kapal kelebihan penumpang itu berangkat dari Sabak Bernam menuju Balai Tanjung Asahan, Sumatera Utara. Para penumpang adalah buruh migran di Malaysia yang tidak memiliki dokumen, sehingga nekat menaiki kapal tidak layak tersebut untuk kembali ke Tanah Air. Nahas, dalam perjalanan Kamis (3/9) subuh waktu setempat, kapal yang mereka tumpangi oleng, lalu terempas ke laut.
(mdk/ard)