LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Menlu buktikan lawatan Jokowi ke AS bukan diatur konsultan Singapura

"Saya tegaskan semua kami lakukan secara resmi, melalui jalan-jalan resmi," kata Menlu Retno.

2015-11-07 18:12:04
Amerika Serikat
Advertisement

Tudingan miring terkait isu lobi Singapura dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat akhir Oktober lalu disangkal keras oleh Kementrian Luar Negeri Indonesia. Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L.P Marsudi menegaskan bila semua persiapan sudah diatur dan dipersiapkan oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia, dan dia memiliki semua catatan terkait hal tersebut.

"Saya tegaskan semua kami lakukan secara resmi, melalui jalan-jalan resmi," kata Menlu Retno lewat pernyataan persnya di Resto Kanawa di bilangan Senopati, Jakarta, Sabtu (7/11).

Menlu Retno membeberkan segala bukti dan pertemuan terkait persiapan keberangkatan Presiden Jokowi.

"Saya pribadi yang memimpin rapat sebanyak tiga kali setingkat menteri di tanggal 17 September, 7 Oktober dan 17 Oktober. Selain itu Dirjen AmErop (Amerika-Eropa) juga sudah bertemu dengan Dirjen Washington, guna persiapan hal tersebut," lanjutnya.

Lebih lanjut Menlu Retno juga menceritakan awal mula undangan Presiden Obama dalam mengundang Presiden Jokowi di sela-sela pertemuan mereka di KTT APEC Beijing 2014.

"Presiden Obama secara lisan pada 10 November 2014 bertemu Presiden Jokowi di sela pertemuan tersebut. Berlanjut pada Maret 2015 ada kunjungan asisten khusus presiden AS yang membawa surat undangan resmi Presiden Obama yang ditujukan pada Presiden Jokowi. Dalam surat balasannya Presiden Jokowi mengatakan sangat gembira dan menetapkan 26 Oktober sebagai tanggal kunjungan," kata Retno tegas.

Melalui pembeberan surat tersebut Menlu Retno jelas menyangkal tulisan akademisi Australia Michael Buehler (dosen Ilmu Politik Asia Tenggara di School of Oriental and African Studies di London) di situs New Mandala yang berjudul "Menunggu di Lobi Gedung Putih". Dalam tulisan itu Buehler mengatakan konsultan Singapura membayar sebesar USD 80 ribu atau setara Rp 1 miliar kepada perusahaan pelobi di Las Vegas untuk membantu pertemuan Jokowi-Obama.

"Dari surat ini maka jelas, komunikasi dilakukan sejak awal secara resmi, melalui saluran yang resmi, dipimpin oleh menteri luar negeri," pungkas Retno.

Baca juga:
Ini dokumen perjanjian 2 perusahaan lobi urus kunjungan Jokowi di AS
Benarkah konsultan Singapura mengatur pertemuan Jokowi-Obama?
JK tegaskan Indonesia tak kucurkan duit buat melobi Obama
Kemlu bantah Jokowi bertemu Obama lewat lobi konsultan Singapura

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.