Menlu AS Antony Blinken Serukan Pemimpin Militer Myanmar Lepaskan Aung San Suu Kyi
Pemimpin rakyat sipil Myanmar, Aung San Suu Kyi dan sejumlah pejabat pemerintahan ditangkap dalam operasi fajar hari ini.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinkern hari ini menyerukan para pemimpin militer Myanmar melepaskan tokoh pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dan para pejabat pemerintahan lainnya yang ditangkap dalam operasi fajar tadi pagi.
Dikutip dari laman Reuters, Senin (1/2), dalam pernyataannya Blinken mengatakan AS "sangat khawatir dan cemas" dengan laporan adanya para pejabat pemerintah dan tokoh pemimpin sipil yang ditangkap.
"Kami menyerukan pemimpin militer Birma (Myanmar) melepaskan semua pejabat pemerintah dan para pemimpin sipil dan menghormati kehendak rakyat Birma seperti yang tergambar dalam pemilu demokratis pada 8 November," kata Blinken.
"Amerika Serikat mendukung rakyat Birma dalam menyalurkan aspirasi untuk demokrasi, kebebasan, perdamaian, dan pembangunan. Militer harus membatalkan semua tindakan ini segera."
Pemimpin rakyat sipil Myanmar, Aung San Suu Kyi dan sejumlah pejabat pemerintahan ditangkap dalam operasi fajar hari ini. Demikian disampaikan juru bicara pemerintahan di tengah merebaknya kabar kudeta di negara itu.
Kantor berita Reuters mengutip Myo Nyunt, juru bicara Partai Liga Nasional untuk Demokrasi yang kini berkuasa. Internet di dua kota utama Myanmar juga diputus. Hubungan telepon ke Ibu Kota Naypitaw juga terputus sejak pagi.
"Saya ingin mengatakan kepada rakyat untuk jangan berbuat gegabah dan saya ingin rakyat bertindak sesuai hukum," kata Myo Nyunt, seperti dilansir laman Al Arabiya, Senin (1/2). Dia juga mengatakan dirinya kemungkinan akan segera ditangkap.
Juru bicara militer tidak menjawab upaya konfirmasi via telepon.
Insiden ini terjadi setelah muncul ketegangan antara pemerintahan sipil dan para penguasa militer dalam beberapa hari terakhir usai digelarnya pemilu November lalu yang menurut militer dicurangi.
(mdk/pan)