Menimbang Kemungkinan Rusia Gunakan Senjata Nuklir di Ukraina
Juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui Rusia belum mencapai tujuan militernya di Ukraina dan tidak membantah bahwa Moskow bisa menggunakan senjata nuklir.
Juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov mengakui Rusia belum mencapai tujuan militernya di Ukraina dan tidak membantah bahwa Moskow bisa menggunakan senjata nuklir.
Dalam wawancaranya dengan Christiane Amanpour dari CNN pada Selasa, Peskov berulang kali menolak untuk mengesampingkan bahwa Rusia akan mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir terhadap apa yang dipandang Moskow "ancaman eksistensial".
Ketika ditanya atas syarat apa Putin akan menggunakan kemampuan nuklirnya, Peskov menjawab, "Jika itu sebuah ancaman eksistensial bagi negara kami, lalu itu bisa saja terjadi."
AS mengecam komentar "berbahaya" Peskowv.
"Itu bukan cara kekuatan nuklir yang bertanggung jawab harus bertindak," kata Sekretaris Pers Pentagon, John Kirby kepada wartawan pada Selasa, dikutip dari laman CNN, Kamis (24/3).
Putin sebelumnya mengisyaratkan penggunaan senjata nuklir terhadap negara yang dia pandang sebagai sebuah ancaman bagi Rusia. Pada Februari, Putin menyampaikan dalam pernyataan yang disiarkan televisi, "Siapapun yang berusaha menghalangi kami atau siapa saja yang menciptakan ancaman bagi negara dan rakyat kami, mereka harus tahu bahwa Rusia akan merespons secepatnya, dan konsekuensinya akan semacam hal yang tidak pernah kalian lihat dalam sepanjang sejarah kalian."
Lalu Putin mengatakan dalam rapat bersama pejabat pertahanan yang disiarkan televisi, "para pejabat di negara-negara terdepan NATO membebaskan diri mereka melontarkan komentar agresif tentang negara kita, oleh karena itu saya dengan ini memerintahkan Menteri Pertahanan dan Kepala Staf Jenderal untuk menempatkan Pasukan Penangkal Angkatan Darat Rusia dalam siaga tempur."
Putin belum berhasil di Ukraina
Saat ditanya apa yang telah Putin capai di Ukraina sejauh ini, Peskov menjawab: "Ya, pertama-tama, belum. Dia belum mencapai (apapun)."
Peskov juga mengklaim "operasi militer khusus" di Ukraina "berlangsung sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan."
Peskov juga mengulang permintaan Putin, mengatakan "tujuan utama operasi tersebut" adalah "untuk menyingkirkan potensi militer Ukraina," untuk memastikan Ukraina adalah sebuah "negara netral," untuk menyingkirkan "batalion nasionalis," agar Ukraina menerima Krimea yang dicaplok Rusia pada 2014 menjadi bagian Rusia dan menerima bahwa wilayah Luhansk dan Donestk sebagai "negara-negara merdeka."
Dia juga mengklaim Rusia hanya menyerang target militer, kendati sejumlah laporan serangan udara Rusia menyasar target warga sipil.
(mdk/pan)