Menelusuri Legenda Kota yang Hilang di Tengah Gurun Sahara
Banyak ahli yang mengutarakan penemuannya terkait kota mitologis ini.
Kota Zerzura merupakan kota mitologis penuh misteri yang dahulu konon katanya terletak di oasis Gurun Sahara. Banyak ahli yang mengutarakan penemuannya terkait kota mitologis ini.
Salah satu bukti awal keberadaan Kota Zerzura terdapat pada buku "Modern Egypt and Thebes" yang dipublikasikan pada tahun 1843 oleh seorang ahli Mesir Kuno asal Inggris John Wilkinson. Bukti ini didasarkan dari kehidupan masyarakat yang berhuni di Oasis Dakhla, Mesir.
"Terdapat oasis lain sejauh lima sampai enam hari dari Farafreh, yaitu oasis Wadee Zerzoora (Zerzura) yang dipenuhi oleh pohon palem, sumber air, dan reruntuhan bangunan yang tidak diketahui usianya," ucap Wilkinson yang dilansir Heritage Daily, Minggu (2/4).
"Zerzura ditemukan oleh bangsa Arab ketika sedang mencari unta liar dan melihat jejak manusia sebagai indikasi hunian tempat tinggal," lanjutnya.
Buku lain yang memberikan referensi terkait Kota Zerzura adalah buku "Mysteries of the Libyan Desert" oleh Harding King pada tahun 1925. Bukunya merujuk kepada Kitab al Kanuz yang berisi kumpulan fabel situs harta karun di Mesir.
"Di Kota Wardabaha terdapat pohon-pohon palem, semak belukar, dan sumber air. Setelahnya terdapat wadi yang merupakan titik awal menuju kota Zerzura. Kota tersebut berbentuk seperti burung merpati dengan kekayaan berlimpah yang dihuni seorang raja dan ratu," tutur King.
Alih-alih merujuk kepada Kitab al Kanuz, Dr John Ball merujuk kepada manuskrip Osman el Nabulsi, seorang Amir Suriah yang menjabat sebagai administrator provinsi Negm el Din.
Dalam jurnal yang dipublikasikan Ball pada tahun 1928, ia menyatakan dalam manuskrip el Nabulsi ditulis bahwa Zerzura merupakan satu dari beberapa desa yang telah ditelantarkan, terletak di daerah sekitar Kanal Bahr Tanabtwayh.
Sementara itu, László Almásy, penjelajah gurun dan penerbang asal Hungaria, menyimpulkan bahwa Zerzura seharusnya terletak di daerah lain.
Almásy meyakini Zerzura terletak di sekitar daerah Gilf Kebir yang jarang tersentuh, terletak di ujung rute dari Oasis Dachla menuju Oasis Kufra. Kesimpulan tersebut diambil Almásy setelah meneliti berbagai dokumen ilmiah, peta, sejarah, dan mengadakan wawancara dengan penghuni asli Bedouins.
Pada tahun 1932, Almásy mengadakan ekspedisi dan menemukan Wadi Talh, salah satu lembah Zerzura. Dua lembah lainnya sebelumnya ditemukan oleh ekspedisi Patrick Clayton dan Lady Clayton.
Masih belum dipastikan apakah penemuan Almásy merupakan bukti mutlak letak Kota Zerzura. Ralph Bagnold, seorang penjelajah gurun, ahli geologi, dan tentara, menegaskan bahwa "terdapat sedikit keraguan bahwa wadi di Gilf Kibir merupakan bukti mutlak legenda Kota Zerzura."
"Lubang air yang sebenarnya masih belum ditemukan, mungkin saja akan ditemukan pada ekspedisi berikutnya," tegasnya.
Bagaimanapun, Bagnold tetap bangga terhadap penemuan terbaru terkait Kota Zerzura.
"Almásy patut diberikan pengakuan atas kerja kerasnya dalam meneliti penjelasan Wilkinson mengenai oasis tersebut," tutupnya.
Reporter Magang: Qaulan Maruf Indra
(mdk/pan)