LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Mendaki lebih mudah, kini puncak Everest makin sesak

Sebanyak 234 pendaki mencapai puncak Everest dalam satu hari pada tahun lalu.

2013-06-06 15:07:29
Nepal
Advertisement

Enam puluh tahun lalu Edmund Hillary dan Tenzing Norgay asal Selandia Baru menjadi dua orang pertama mencapai puncak gunung tertinggi sejagat Everest. Sejak pencapaian bersejarah pada Mei 1953 itu orang yang berusaha mencapai puncak Everest semakin meningkat.

Berkat perlengkapan pendakian yang semakin canggih dan lengkap para pendaki kini makin banyak yang mampu menaklukkan Everest. Wisata pendakian Everest kini menjadi bisnis yang menggiurkan. Para pendaki sedikitnya harus merogoh kocek sebesar Rp 98 hingga 980 juta untuk mendapat izin mendaki Everest, seperti dilansir statista.com, Rabu (5/6).

Jumlah pendaki yang ingin mencapai puncak gunung tertinggi itu kini semakin hari kian banyak hingga setiap pendaki harus menunggu antrean di dekat puncak. Sebanyak 234 pendaki mencapai puncak Everest dalam satu hari di tahun lalu. Sekitar 500 orang bisa mencapai puncak Everest saban tahun dalam tiga tahun terakhir. Itu lantaran mereka menggunakan teknologi prakiraan cuaca yang modern. Pada 1980 hanya sepuluh pendaki mampu berdiri di puncak Everest.

Saking banyaknya para pendaki ingin mencapai puncak, mereka bahkan harus rela menunggu selama beberapa jam untuk bergantian berdiri di puncak.

Salah satu foto bahkan memperlihatkan barisan pendaki yang seakan terjebak dalam kemacetan dan ingin bergegas mendaki Everest saat mendapat kesempatan.

Perjuangan mencapai puncak gunung tertinggi di dunia yang berada di Nepal itu kini menuai kontroversi di antara para pendaki. Mereka terpecah dua menjadi kelompok para pendaki amatir yang serba menggunakan peralatan lengkap nan canggih dan kelompok pendaki profesional yang tidak mau terlalu bergantung pada peralatan canggih. Bahkan kelompok amatir mengajukan permohonan memasang tangga di jalur pendakian menuju puncak. (mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.