Mencoba membikin jera La Mara
MS-13 diisi oleh para imigran El Salvador di AS. Mereka terlibat dalam pembunuhan, pelacuran, penjualan narkoba, pemerasan, dan pencurian. Geng itu dianggap salah satu sebagai kelompok paling berbahaya di AS.
Hampir sekujur tubuh lelaki itu penuh rajah. Namun, paling mencuri perhatian adalah goresan tato di wajah. Angka 13 tertera di lehernya.
Kalau Anda penggemar komik Amerika Serikat, karakter Chato Santana atau El Diablo pasti sudah tak asing. Dia digambarkan sebagai anggota geng yang pendiam, tetapi tubuhnya mampu mengeluarkan api. Malah dia membunuh seluruh keluarganya. Akibatnya, dia diasingkan dan dikirim ke penjara tingkat maksimum. Padahal, gambaran tentang dia terinspirasi dari kejadian nyata. Dari sekelompok manusia yang memilih mengikat persaudaraan menapaki jalan kegelapan.
Mereka mulanya adalah pendatang dari Amerika Tengah. Tepatnya El Salvador. Ketika negara itu dilanda perang saudara pada 1970-an dan 1980-an, banyak warganya memilih mengungsi. Mereka yang tiba di AS lantas bermukim di Los Angeles dan California Selatan.
Lantas membentuk perkumpulan mulanya demi mempererat persaudaraan dan saling melindungi, atau buat sekedar nonton bareng konser musik metal. Namun, kelompok itu kini berubah menjadi beringas.
Nama 'La Mara Salvatrucha' kemungkinan terdengar asing. Jika menyebut MS-13, lain lagi ceritanya. Sepak terjang mereka sudah tersohor.
MS-13 sudah tercerabut jauh dari akarnya. Dari sekedar paguyuban kini menjelma menjadi organisasi kejahatan. Jejak kekejaman mereka di dunia hitam Amerika Serikat sudah banyak. Dan kini, pamor mereka kembali terangkat setelah janji Presiden AS, Donald Trump, bakal habis-habisan memerangi gangster itu. Akan melucuti, memecah belah, dan menghapusnya dari jagat bromocorah di negeri koboi itu.
"Mereka dibolehkan datang ke sini bukan pada masa kepemimpinan saya. Percayalah. Namun, kita akan mendepak mereka. Mereka akan masuk penjara, kemudian kembali ke negerinya, atau langsung pulang kampung," kata Trump, seperti dilansir dari laman CNN, Senin (31/7).
Trump merasa keberadaan MS-13 merusak kedamaian lingkungan menjadi ladang pembunuhan. Dia juga masih saja menuding kebanyakan imigran terlibat kejahatan. Padahal dari beberapa penelitian, justru orang yang lahir di AS lebih sering melakukan tindakan kriminal.
Cikal bakal MS-13 kebanyakan para pemuda yang memang menghindari perang dan mencoba mengadu nasib di AS. Tanpa kenalan keluarga atau teman, mereka menjadi santapan empuk geng lain sudah lebih dulu bercokol. Ioan Grillo dalam bukunya, 'Gangster Warlord', memaparkan mulanya pemuda-pemuda El Salvador itu terpikat dengan geng Barrio 18, yang awalnya terbatas hanya buat imigran Meksiko. Namun, mereka melunak dan mau menerima anggota dari etnis lain.
"Inspirasi nama itu datang dari film besutan Charles Heston, The Naked Jungle, pada 1950-an. Filmnya tenar sekali di El Salvador saat itu. Namun, terjemahan judulnya jadi aneh. Bunyinya menjadi 'When the Ants Roar'. Kemudian anak-anak Salvador merasa mereka harus menyematkan nama Mara, yang artinya sekelompok teman, buat kelompok itu. Mereka ingin seperti semut, saling melindungi," tulis Grillo.
Maklum gangster baru muncul, gaya mereka pun masih petantang petenteng. Jalan ramai-ramai dan berdandan mirip musikus rock malah membikin mereka menjadi pusat perhatian, dan membikin mereka selalu menjadi target geng lain. Semuanya mulai berubah pada 1984. Para dedengkot merasa geng mereka terlalu dilecehkan sehingga memutuskan tidak boleh kalah garang di depan kelompok lain. Jadilah mereka menambahkan kata 'Salvatrucha' di belakang nama Mara.
Gelombang imigran asal El Salvador terus bergulir. Beberapa dari mereka bahkan merasakan langsung kekejaman perang saudara. Justru yang model begini direkrut oleh pentolan geng karena dianggap bernyali besar. Mereka mulai terlibat perkelahian antargeng dan kini sudah bisa melawan. Karena kerap bikin onar, beberapa anggota MS mencicipi hotel prodeo. Namun, situasi di penjara berbeda dengan jalanan. Di balik terali besi, justru geng Meksiko, La Eme, yang berkuasa.
"Anggota Mara menyadari mereka harus merangkul La Eme supaya bisa bertahan. La Eme justru senang punya rekan yang bernyali besar di dalam penjara. Lambang mafia Meksiko adalah angka 13, dan itu diambil Mara. Jadilah nama mereka Mara Salvatrucha 13," lanjut Grillo.
Organisasi itu semakin membesar saban hari. Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa lima tahun lalu, setidaknya MS-13 punya 19 ribu anggota di Honduras dan El Salvador. Di Amerika Serikat saja ada sekitar tiga hingga lima ribu anggota. Ciri mereka adalah grafiti dan tato, terutama pada wajah. Seiring berjalannya waktu, mereka kini mulai menanggalkan tato di wajah supaya lebih leluasa saat melakukan kejahatan.
Sepak terjang MS-13 biasanya berkutat pada pemerasan, narkoba, dan pencurian. Mereka juga berkongsi dengan kartel narkoba Meksiko. Konon, MS-13 menjadi penyalur buat kartel Sinaloa di AS.
Ketika Donald Trump mendadak ngotot bakal menghancurkan geng itu, kelompok MS-13 justru tenang-tenang saja. Mereka justru mengaku punya kuncian sehingga sesama keturunan El Salvador atau imigran gelap malah membikin posisi mereka semakin kuat.
"Saya pikir ini semakin membuat mereka kuat, sebab hal ini membikin posisi imigran semakin sulit. Ini seperti, 'Apa yang mau kamu lakukan? Kamu mau melaporkan kami? Mereka akan mengusir orang tidak bersalah. Jadi mereka akan menghubungkan kamu dengan kami jika kamu nekat mengadu'," kata koordinator kelompok advokasi imigran di Long Island, New York, Walter Barrientos.
Meski begitu, pernyataan Trump tidak semudah kenyataan. Departemen Hukum dan Keamanan Dalam Negeri AS saja sudah kebingungan ketika ditanya soal data terakhir jumlah anggota MS-13. Mereka mengatakan kesulitan melacak lantaran banyak imigran datang secara ilegal. Namun, mereka masih aktif merekrut anggota di komunitas imigran. Caranya dengan menekan mereka yang tidak punya surat-surat resmi supaya mau bekerja buat MS-13. Sebagai imbalannya, mereka bakal dijamin aman hidup di AS.(mdk/ary)