LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Membaca Perubahan Sikap Trump, Melunak Pada Korea Utara dan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemarin mengatakan negaranya tidak menginginkan ada perubahan rezim di Iran.

2019-05-28 07:27:00
Donald Trump
Advertisement

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemarin mengatakan negaranya tidak menginginkan ada perubahan rezim di Iran. Ketegangan antara AS dan Iran belakangan memuncak menyusul Negeri Paman Sam yang menambah jumlah pasukan ke kawasan Timur Tengah dengan alasan akan menghadapi ancaman Iran.

"Saya kenal banyak orang dari Iran. Mereka adalah orang-orang hebat. Mereka punya kesempatan jadi negara hebat dengan pemimpin yang sama," ujar Trump dalam jumpa pers di Tokyo dalam kunjungan kenegaraan, seperti dilansir laman Arab News, Senin (27/5).

"Kami tidak ingin perubahan rezim. Saya ingin tegaskan itu. Kami hanya ingin tidak ada lagi senjata nuklir. Saya tidak ingin menyakiti Iran sedikit pun," kata Trump.

Advertisement

Jumat lalu AS mengatakan mengerahkan 1500 personel tentara tambahan ke Timur Tengah untuk menghadapi ancaman dari Teheran.

Sejak Trump memutuskan menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional tahun lalu, ketegangan dengan Iran kian memanas.

Dalam jumpa pers kemarin Trump kembali menyayangkan 'kesepakatan nuklir yang buruk dengan Iran' tapi dia juga masih terbuka dengan negosiasi baru.

Advertisement

"Menurut saya kita akan bersepakat," kata Trump.

Beberapa jam sebelumnya Trump juga berkukuh: "Saya percaya Iran akan mau berbicara dan jika mereka mau berdialog, kami juga mau."

Pernyataan Trump yang terdengar lebih berkompromi terhadap Iran juga sama dengan sikapnya kepada Korea Utara. Dalam kunjungan ke Jepang sejak kemarin, isu Pyongyang menjadi agenda penting dalam lawatan Trump ke Jepang.

Presiden AS yang sudah dua kali bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong-un itu menyebut Kim sebagai sosok pria yang cerdas dan berniat untuk melakukan denuklirisasi.

"Dia paham, dengan nuklir hanya hal buruk yang akan terjadi. Dia orang yang cerdas dan cukup paham," ujar Trump seraya mengulangi lagi perkataan yang menyebut Korut punya potensi ekonomi yang luar biasa.

Trump juga sekali lagi mengabaikan peluncuran roket Korut di bulan ini. Padahal Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton menyebut uji coba peluncuran roket Korut itu melanggar resolusi PBB.

"Orang saya berpendapat itu adalah pelanggaran. Saya melihatnya itu hanya tindakan orang yang ingin mencari perhatian," kata Trump.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berkeras dia ingin bertemu langsung dengan Kim Jong-un untuk membahas masalah denuklirisasi ini dan mengangkat isu warga Jepang yang diculik di Pyongyang.

Baca juga:
Reaksi Donald Trump Saat Tonton Turnamen Sumo Bareng PM Jepang
Donald Trump Kunjungi Kaisar Baru Jepang
Trump Jadi Pemimpin Asing Pertama Bertemu Kaisar Baru Jepang
Gempa Guncang Jepang Jelang Kedatangan Donald Trump
Donald Trump Sebut Indonesia Berhasil Jadi Contoh Negara Demokrasi
5 Fakta Baru di Balik Lanjutan Perang Dagang dan Dampaknya Pada Ekonomi Indonesia

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.