Media sosial sindir media Amerika dalam kasus penembakan tiga muslim
"Apakah lantaran muslim yang ditembak jadi seperti menutup mata?" ujar salah seorang pengguna media sosial Twitter.
Berita mengenai penembakan tiga anak muda muslim di Amerika lebih cepat menyebar melalui media sosial dibandingkan media besar. Hal ini membangkitkan amarah publik lantaran media dan kepolisian dinilai lambat menghadapi hal tersebut.
Banyak spekulasi mengatakan, bagi kepolisian dan media Amerika, ketakutan umat Islam lantaran kasus pembunuhan yang mereka alami, tidak lebih berharga dari kasus pembunuhan orang berkulit putih dan beragama Kristen.
Media Amerika di luar Carolina Utara, tempat penembakan terjadi, cenderung lamban dalam memberitakan kejadian tersebut. Insiden yang berlangsung Selasa malam, baru diberitakan Rabu siang oleh media besar seperti CNN dan BBC. Hal tersebut menimbulkan kecurigaan kasus rasisme terhadap agama.
"Apakah lantaran muslim yang ditembak jadi seperti menutup mata?" ujar salah seorang pengguna media sosial Twitter beragama Islam.
"Apa karena kepercayaan mereka?" ujar yang lainnya mengkritik CNN, seperti dilaporkan oleh LA Times, Kamis (12/2).
Akibat pemberitaan yang lamban, bermunculan karikatur dan meme yang menyindir media-media asing dan kepolisian.
Ada beberapa meme, salah satunya menampilkan seorang kuli tinta melangkahi tiga orang Muslim yang ditembak.
Ada juga meme yang menampilkan seorang kameramen hanya melihat tiga orang Muslim yang tersungkur dan berdarah usai ditembak sambil mengatakan, "Tiga Muslim ditembak seseorang? Tidak ada yang menarik di sini," ujarnya sambil menguap.
Tiga orang Muslim tersebut diketahui bernama Deah Shaddy Barakat dan istrinya Yusor Mohammad, serta adik iparnya Razan Mohammad Abu-Salha. Tersangka bernama Craig Stephen Hicks dan sudah ditangkap oleh polisi.
Berikut meme-meme sindiran terhadpa media Amerika itu:
Baca juga:
Istri tersangka penembakan muslim Amerika sebut tak ada motif agama
Keluarga muslim Amerika tewas dibantai
Mengenang kelamnya tragedi penyerangan Gedung WTC di Museum 9/11
Bocah Amerika percaya dirinya reinkarnasi wanita sudah meninggal
AS bantu persenjataan militer Libanon buat serang jihadis