Mayoritas warga Mesir setujui konstitusi baru
Sebanyak 98,1 persen pemilih menyatakan setuju terhadap konstitusi baru.
Komisi Pemilihan Umum Mesir kemarin menyatakan dalam pemungutan suara selama dua hari 98,1 persen rakyat menyetujui konstitusi baru.
Stasiun televisi Aljazeera melaporkan, Sabtu (18/1), lebih dari 20 juta rakyat Negeri Sungai Nil itu menyalurkan suaranya dalam referendum. Sebanyak lebih dari 38,6 persen dari 53 juta pemilih berpartisipasi dalam referendum itu.
Ketua KPU Nabil Salib mengatakan pemungutan suara itu berjalan sukses tanpa hambatan berarti. Dalam pidatonya yang bernada nasionalis dan memuji-muji militer dia mengumumkan hasil pemilu kemarin.
"Tak perlu khawatir dengan Mesir, negeri ini punya kedudukan istimewa di mata Tuhan. Hal itu sudah disebutkan di dalam Alquran, Injil, dan Taurat," kata dia.
Banyak warga Mesir menilai konstitusi baru akan membawa mereka pada stabilitas nasional.
Hasil referendum kemarin masih lebih tinggi dari referendum pada 2012 ketika Presiden Muhammad Mursi mengajukan rancangan perubahan konstitusi. Sekitar 17 juta atau sepertiga dari pemilih terdaftar berpartisipasi ketika itu. Mereka menyetujui konstitusi dengan angka 64 persen.
Menurut para pendukung referendum, konstitusi baru nanti akan memperluas peran kaum perempuan dan membela hak-hak kaum hawa untuk menyatakan pendapat.
Namun konstitusi itu juga akan memberi kesempatan lebih luas kepada militar untuk berkuasa. Mereka diizinkan menunjuk seorang menteri pertahanan selama delapan tahun ke depan dan mengadili warga sipil yang menyerang pasukan militer.(mdk/fas)