LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Mati listrik bikin korban tewas hawa panas Pakistan tembus 224 jiwa

Lansia jadi warga paling rentan ketika suhu mendekati 50 derajat. RS Karachi saban hari menerima 20 jenazah

2015-06-23 09:45:00
Pakistan
Advertisement

Hawa panas yang sebelumnya melanda India dan menewaskan 1.100 jiwa, kini melanda Pakistan. Suhu di beberapa kota mencapai 45 derajat celsius ini. Hingga berita ini dilansir, dampak sengatan matahari menewaskan 224 jiwa.

Para korban tewas kebanyakan berasal dari Kota Karachi yang menjadi pusat bisnis negara ini. Kondisi Karachi makin runyam, karena sempat mengalami pemutusan listrik hampir dua hari terakhir. Alhasil pendingin udara dan peralatan lain yang bisa mengurangi hawa panas tak bisa menyala.

Kebanyakan dari korban jiwa adalah warga lanjut usia yang mengalami dehidrasi, suhu badan tinggi, hingga masalah pencernaan. Datangnya hawa panas bersamaan dengan Ramadan turut menjadi salah satu penyebab cepatnya kematian 'menular' di distrik warga miskin. Kondisi mereka memburuk karena memaksakan diri puasa.

Advertisement

"Ratusan pasien korban gelombang panas ini dirawat di rumah sakit pemerintah," ujar Sekretaris Kesehatan setempat, Saeed Mangnejo, seperti dilansir dari BBC News, Selasa (23/6).

Media lokal mengatakan lebih dari 150 jenazah telah diambil dari rumah sakit ke rumah mayat Edhi di Sohrab Goth sejak Sabtu pekan lalu. Kini, setiap harinya, rumah mayat itu menerima 20 jenazah korban hawa panas.

Pemerintah mengatakan bila hal tersebut hampir sama dengan cuaca pada bulan Mei tahun 1938 yang mencatatkan angka 47,8 derajat celcius.

Advertisement

Sebelumnya gelombang panas sempat melanda India, negara tetangga Pakistan. Lebih dari 2 ribu penduduk meninggal akibat anomali cuaca sepanjang bulan lalu tersebut.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.