LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

4 Tragedi bom hantam pesta pernikahan, korbannya anak-anak

Di beberapa negara yang mengalami konflik, pesta pernikahan yang mereka adakan berubah menjadi bencana gara-gara serangan bom.

2018-04-25 06:44:00
ledakan bom
Advertisement

Pesta pernikahan sudah sewajarnya dirayakan dengan penuh suka cinta. Seluruh sanak saudara dan kerabat berkumpul merayakan hari jadi pasangan yang baru saja mengesahkan hubungan mereka di depan saksi dan keluarga.

Namun tidak semua pesta pernikahan bisa sebahagia ini. Di beberapa negara yang mengalami konflik, pesta pernikahan yang mereka adakan berubah menjadi bencana gara-gara serangan bom. Akibatnya puluhan orang tewas, termasuk anak-anak akibat serangan tersebut.

Seperti dikutip Merdeka.com, berikut beberapa pesta pernikahan yang terkena ledakan bom:

Advertisement

Ledakan bom di pesta pernikahan di Suriah

Sebuah bom meledak dalam pesta pernikahan etnis Kurdi di timur laut kota Hasaka, Suriah, 4 Oktober 2016. Sedikitnya 20 orang tewas dan 90 orang mengalami luka-luka dalam peristiwa ini. Jumlah korban luka atas kejadian ini terus bertambah. Di antara korban tewas adalah pengantin laki-laki dan seorang tokoh partai Kurdi terkemuka.

Direktur Lembaga Pemantau HAM Suriah (SOHR), Rami Abdul Rahman mengatakan bom bunuh diri terjadi di sebuah gedung serba guna di desa Tall Tawil yang digunakan untuk pesta pernikahan seorang anggota Tentara Demokratik Suriah (SDF).

Advertisement

SDF adalah kelompok yang terbentuk dari koalisi etnis Arab dan Kurdi yang selama ini memerangi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di wilayah utara Suriah. Seorang saksi mata bernama Ahmad yang terluka di kepala akibat ledakan itu menceritakan saat-saat pelaku bom bunuh diri beraksi.

Saat mempelai saling menyatakan janji pernikahan, Ahmad melihat seseorang mengenakan jaket tebal melintas di sebelahnya. Orang tersebut terlihat aneh dan dalam sekejap kemudian ledakan dahsyat terjadi. Orang-orang jatuh ke tanah dan banyak bagian tubuh yang terpotong-potong.

Ledakan bom saat pesta pernikahan di Turki

Sebuah ledakan bom di pesta pernikahan di ruang terbuka di Gaziantep, selatan Turki menewaskan sedikitnya 30 orang dan melukai 94 orang lainnya, pada 21 Agustus 2016. Pemerintah Turki menyebutnya "serangan teror" dan mengindikasikan bahwa pelaku melakukan bom bunuh diri.

Gaziantep yang mayoritas Kurdi berjarak 64 kilometer dari perbatasan Suriah. Serangan terjadi di bagian kota yang menjadi tempat tinggal banyak mahasiswa, setelah keramaian pesta pernikahan meluap ke jalanan. Ledakan tersebut terdengar di beberapa bagian kota.

Pesta pernikahan di Afghanistan dibom

Sebuah bom meledak di pesta pernikahan di wilayah Taliban, Afganistan, 10 Juni 2010. Sedikitnya 40 orang tewas dan melukai puluhan warga lainnya. Juru Bicara Departemen Dalam Negeri Afghanistan, Zemeri Bashary, mengatakan banyak anak yang tewas dan terluka, termasuk pengantin pria, akibat bom tersebut. Dia juga mengatakan bom itu adalah serangan bunuh diri.

Taliban membantah melakukan serangan tersebut. Namun, kepolisian setempat menaruh curiga. Ledakan itu menghantam daerah yang sebagian besar dianggap sebagai basis Taliban. Penduduk desa mengatakan mereka percaya bahwa mereka diserang dalam pemboman lewat udara. Mohammad Rassool, sepupu pengantin pria mengatakan, ada helikopter yang berputar-putar di atas lokasi sebelum ledakan.

Pada 2 Januari 2015, ledakan di pesta pernikahan kembali terjadi di Afghanistan. Sebanyak 28 orang tewas mengenaskan di pesta pernikahan lantaran dihantam rudal milik tentara Afganistan. Wanita dan anak-anak yang paling banyak jadi korbannya.

Serangan rudal hantam pesta pernikahan di Yaman

Sebuah pesta pernikahan di Yaman dibom dengan serangan udara pada 28 September 2015. Serangan tersebut menyebabkan 130 orang tewas. Tembakan rudal dilaporkan menghantam dua tenda tempat resepsi yang digelar di sebuah desa di dekat pelabuhan Laut Merah, Mocha.

Warga desa Wahijah mengatakan, serangan rudal itu dimuntahkan oleh pesawat-pesawat tempur koalisi. Sumber keamanan Yaman menegaskan kepada Kantor berita Associated Press bahwa pihaknya membenarkan adanya serangan udara dan seorang pejabat senior pemerintah mengaku ada "kesalahan".

Laporan awal mengatakan sedikitnya 40 orang tewas dalam insiden itu, dan banyak di antara mereka adalah kaum perempuan dan anak-anak. Sejumlah laporan menyebutkan tuan rumah yang merayakan pesta pernikahan itu adalah anggota kelompok pemberontak Houthi.

(mdk/mtf)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.