Maskapai China larang pramugari terbang karena kegemukan
Aturan kontroversial itu bukan sekali ini terjadi. Uzbekistan juga pernah larang penumpang gemuk terbang
Sebuah maskapai di China diduga melarang seorang pramugari untuk terbang karena berat badannya yang melebihi persyaratan.
Dilansir dari surat kabar the Daily Mail, Selasa (25/8), seorang awak kabin Maskapai Qingdao mengaku diberhentikan sepihak hanya karena kelebihan bobot badan sesuai standar perusahaan.
Kendati begitu, awak kabin tersebut menolak untuk memberikan keterangan lain tentang alasannya dipecat.
Maskapai Qingdao dikenal memiliki aturan ketat terkait berat badan. Pihak maskapai membantah memecat pramugari karena kondisi badannya, melainkan karena jumlah ketidakhadiran dalam rapat sudah melebihi toleransi.
Dalam situs resmi Maskapai Qingdao, tertulis setiap pramugari wajib memiliki tinggi badan 165-172 cm dengan berat badan berkisar 50-68 kg, serta umur harus di bawah 30 tahun.
"Kami sangat konsen terhadap bobot berlebih, namun hal itu dapat dikompromikan dengan kemampuan para awak kabin dalam merespon situasi darurat, dan kami harap mereka (awak kabin) dapat menjaga bentuk badannya," wakil maskapai mengatakan ke Thepaper.cn terkait persyaratan awak kabin.
Kasus larangan naik pesawat untuk orang dengan bobot berlebih bukan hal kali pertama ini terjadi. Sebelumnya maskapai Uzbekistan Airways mengumumkan di awal Agustus lalu agar setiap penumpang haruslah memeriksa berat badan mereka setelah proses pemeriksaan bagasi.
Hal ini ditujukan agar pesawat tidak melebihi bobot. Bagi mereka yang tidak lolos uji kelayakan berat badan, akan secara terpisah diterbangkan menggunakan pesawat kecil.
Baca juga:
Paksa pramugari gantikan celana di dalam pesawat, pria China dibui
Pantry pesawat Garuda meletup, pramugari terbakar wajahnya
Qatar Airways bakal pecat pramugari jika hamil
4 kelakuan norak penumpang pesawat paling berbahaya sedunia
Gaya para atlet lompat galah cantik di IAAF World Championships