Maskapai AS United Airlines Pecat 593 Karyawan yang Menolak Vaksin Covid-19
Selain 593 karyawan itu, 2.000 pekerja lainnya juga meminta kepada United Airlines agar dibebaskan dari vaksinasi berdasarkan alasan medis atau agama.
Maskapai penerbangan United Airlines dua hari lalu mengumumkan akan memecat 593 pekerja yang menolak divaksinasi Covid-19.
Selain 593 karyawan itu, 2.000 pekerja lainnya juga meminta kepada United Airlines agar dibebaskan dari vaksinasi berdasarkan alasan medis atau agama.
Laman Al Arabiya melaporkan, Kamis (30/9), hampir 2.600 karyawan mewakili sekitar tiga persen dari total tenaga kerja United Airlines yang berjumlah 67.000 orang.
Maskapai penerbangan AS itu pada awal Agustus mengumumkan semua karyawan akan diminta untuk menerima vaksin dan mengunggah kartu vaksin mereka ke dalam sistem perusahaan.
"Ini merupakan pencapaian bersejarah bagi maskapai kami dan karyawan kami serta bagi pelanggan dan komunitas yang kami layani," kata pernyataan kepada karyawan dari Kepala Eksekutif United Airlines Scott Kirby dan Presiden Brett Hart.
"Alasan kami untuk mewajibkan vaksin bagi semua karyawan yang berbasis di AS cukup sederhana-- agar semua orang aman-- dan kenyataannya adalah: semua orang lebih aman ketika semua orang divaksinasi, dan persyaratan vaksin bekerja."
"Bagi mereka yang jumlahnya kurang dari satu persen yang memutuskan untuk tidak divaksinasi, sayangnya kami akan memulai proses pemisahan dari maskapai sesuai kebijakan kami,” jelas memo tersebut. "Ini adalah keputusan yang sangat sulit tetapi menjaga keamanan tim kami selalu menjadi prioritas pertama kami."
Reporter magang: Ramel Maulynda Rachma
Baca juga:
India Laporkan Kasus Covid-19 Harian dan Kematian Terendah Sejak Maret
Rusia Laporkan Kasus Kematian Tertinggi Covid-19 dalam Sehari
Pfizer Mulai Studi Obat Oral untuk Mencegah Covid-19
Rumah Sakit New York Pecat Pegawai yang Menolak Divaksin Covid-19
Korea Selatan akan Mulai Vaksinasi Anak 12-17 Tahun
Dirawat di ICU, Pasien Covid-19 di Turki Menyesal Tidak Divaksin Tepat Waktu