Masjid ramah bagi kaum LGBT bakal dibangun di Pakistan
Masjid ramah bagi kaum LGBT bakal dibangun di Pakistan. Masjid itu akan dibangun oleh kelompok LGBT, Safir. Tujuannya untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa kaum transgender juga adalah muslim. Mereka punya hak salat di masjid, membaca Alquran, atau mengajarkan Islam.
Para pegiat transgender di Ibu Kota Islamabad, Pakistan, berencana membangun sebuah masjid yang ramah bagi siapa pun tanpa memandang orientasi seksual atau identitas jenis kelamin alias kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).
Masjid itu adalah proyek dari para pegiat lokal yang tergabung dalam organisasi transgender bernama Safar pimpinan Nadim Kashish.
"Tujuan utama pembangunan masjid ini adalah untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa kaum transgender juga adalah muslim. Mereka punya hak salat di masjid, membaca Alquran, atau mengajarkan Islam," kata Kashish, seperti dikutip Daily Tribune dan dilansir koran the Independent, Rabu (23/11).
Komunitas transgender di Pakistan macam Safar adalah kelompok warga masyarakat yang paling banyak terpinggirkan dan disalahpahami. Di Islamabad sendiri menurut Safar ada sekitar 2.700 orang transgender.
Di berbagai belahan dunia, kaum transgender dan LGBT kerap mendapat perlakukan kekerasan bahkan dibunuh.
"Kami tahu agama kami menentang segala macam diskriminasi dan kebencian. Islam mengajarkan persatuan, cinta, dan perdamaian," kata Kashish.
Baca juga:
Pertama di Asia, Taiwan bakal legalkan pernikahan sejenis
Pendeta ini sebut gempa Italia azab Tuhan gara-gara kaum gay menikah
Transgender dimutilasi usai menikah dengan seorang pria
Jessica jadi transgender setelah 20 tahun bertugas di kepolisian