Masih kesal ke AS, Beijing kirim pesawat bom nuklir ke LCS
China mengirim pesawat bom nuklir milik China ke Laut China Selatan sebagai bentuk protes kepada Amerika Serikat. Ini pertama kalinya China menerbangkan pesawat bom nuklir mereka di luar batas wilayahnya.
Masih kesal karena Donald Trump menelepon Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, China kirim pesawat bom nuklir untuk terbang di Laut China Selatan (LCS). Ini kali pertama China menerbangkan pesawat bom nuklirnya terbang di luar perbatasan negaranya.
Tujuan mereka menerbangkan pesawat bom nuklir ini agar Amerika Serikat merasa terancam. Sebab, di sekitar Laut China Selatan masih banyak tentara AS yang berjaga-jaga.
Penyebab protes Beijing adalah karena telepon 10 menit yang dilakukan Donald Trump yang dianggap sebagai pengakuan kemerdekaan Taiwan. Selama ini, China menganggap Taiwan, sebagai wilayah otonomi mereka. Padahal, rakyat Taiwan sudah ingin merdeka.
Para pejabat AS menyebutkan pesawat pengebom Xian H-6 terbang di sepanjang jalur sembilan titik yang ada di Laut China Selatan.
"Mereka melewati sejumlah pulang sengketa. Kami yakin terbangnya pesawat bom nuklir China itu untuk mengirim pesan bagi kita," ujar seorang pejabat AS, seperti dikutip dari Independent, Minggu (12/12).
Trump sendiri lewat akun Twitter pribadinya mengkritik kebijakan Negeri Tirai Bambu di Laut China Selatan, termasuk pembangunan basis militer besar-besaran di sana.
Kepala Komando Pasifik AS Harry Harris telah berulang kali memperingatkan China atas pembangunan militer di daerah tersebut, selama setahun terakhir. Dari satelit terlihat, Beijing mempersiapkan kapal rudal canggih dan diarahkan ke pulau yang jadi perebutan.
AS pertama kali mengaku kebijakan 'One China' pada Taiwan, pada 1972 usai pertemuan antara Richard Nixon dan Ketua Mao Tse-tung. Dari pertemuan tersebut, kebijakan itu diadopsi AS dan dipadatkan Presiden Jimmy Carter.
Berdasarkan keputusan tersebut, Negeri Paman Sam menetapkan hubungan tidak resmi ke Taiwan dan menjadikan Beijing sebagai wakil mereka untuk berhubungan dengan Taiwan. China sendiri menganggap Taiwan sebagai negara pemberontak.
Baca juga:
Nelayan China temukan ikan dianggap mirip Donald Trump
Dikubur buat jadi pengantin hantu, wanita ini bangkit dari peti mati
Aksi pegulat asal China di atas ring WWE NXT
Selama 25 tahun, tukang cukur rambut di China pasang tarif Rp 2 ribu
Pencuri di desa China dihukum masuk ke tempat pembuangan