Manusia Tiba di Asia Tenggara 18.000 Tahun Sebelum Migrasi Manusia Purba ke Eropa
Hasil penelitian terbaru di Gua Tam Pa Ling, Laos, mengungkapkan manusia mencapai Asia Tenggara sekitar 68.000 hingga 86.000 tahun lalu, jauh lebih lama dari gelombang migrasi manusia purba dari Afrika ke Eurasia.
Hasil penelitian terbaru di Gua Tam Pa Ling, Laos, mengungkapkan manusia mencapai Asia Tenggara sekitar 68.000 hingga 86.000 tahun lalu, jauh lebih lama dari gelombang migrasi manusia purba dari Afrika ke Eurasia atau dikenal dengan istilah Out of Africa yang terjadi sekitar 50.000 sampai 55.000 tahun lalu.
Sebelumnya, gua ini sempat mendapatkan skeptisme dari berbagai pihak. Pada tahun 2009, tim dari Ancient Origins berhasil menemukan tengkorak dan tulang rahang di Tam Pa Ling, meskipun asal usul tulangnya sempat diragukan.
Meskipun begitu, tim peneliti dari Laos, Prancis, Amerika Serikat, dan Australia tetap menggali daerah sekitar gua tersebut dan menemukan lebih banyak fragmen-fragmen tengkorak lain.
Pertama, ditemukan tulang jari tangan, dan 2,5 meter lebih dalam lagi, ditemukan tulang dagu, dan kemudian ditemukan juga tulang iga. Sejauh ini, sebanyak delapan tulang telah ditemukan dengan kedalaman sedimen yang hanya mencapai 4,5 meter, angka yang cukup banyak dalam arkeologi.
Kini, tantangan yang dihadapi peneliti adalah untuk menentukan tanggal asal mula dari gua ini. Tanpa diketahuinya penanggalan dari gua ini, signifikansi sejarahnya akan sulit untuk diakui.
Hingga saat ini, proses penanggalan dari gua ini masih terkendala perizinan, sebab lokasi ini dilindungi oleh hukum Laos. Demikian dilansir Ancient Originis, Jumat (16/6).
Sedikitnya jumlah tulang binatang dan peninggalan dekor gua yang terdapat pada tanggal ini juga mempersulit proses penanggalan dari gua ini.
Selain itu, morfologi gua yang curam juga menjadi tantangan lain dalam proses penanggalan, sebab arang yang terdapat di gua ini, yang sebenarnya dapat digunakan untuk penanggalan, kemungkinan besar berasal dari luar gua.
Untuk sementara waktu, tim peneliti menggunakan uranium sebagai medium penanggalan pada stalakmit yang terkubur sedimen di dalam gua ini.
Tim peneliti mengonfirmasi keberadaan manusia di sekitar gua Tam Pa Ling sudah ada sejak 56.000 tahun lalu dan sedimen yang ada di daerah ini sudah berusia antara 68.000 hingga 86.000 tahun.
Bukti-bukti yang dikumpulkan tim peneliti memundurkan perkiraan awal dari waktu pertama kedatangan Homo sapien di Asia Tenggara.
Penelitian ini juga mengusulkan bahwa dataran utama dan beberapa lokasi pesisir serta kepulauan juga menjadi rute migrasi yang dipilih oleh Homo sapien.
Reporter Magang: Qaulan Maruf Indra
(mdk/pan)