Mantan Presiden Sudan Umar al-Bashir Dipindahkan ke Penjara
Bashir yang sudah berkuasa hingga 30 tahun itu ditahan dengan pengawalan ketat di sel tersendiri.
Bekas Presiden Sudan Umar al-Bashir yang baru digulingkan dari jabatannya kemarin dipindahkan ke Penjara Kobar di Ibu Kota Khartoum. kabar itu disampaikan dua sumber dari keluarga Bashir.
Dilansir dari laman BBC, Rabu (17/4), Bashir yang sudah berkuasa hingga 30 tahun itu ditahan dengan pengawalan ketat di sel tersendiri.
Menurut keterangan keluarga, sejak dimakzulkan Kamis lalu Bashir ditahan dalam pengawalan ketat di kediaman presiden yang terletak di kompleks Kementerian Pertahanan.
Bashir dilengserkan militer setelah selama enam pekan rakyat berunjuk rasa di seantero negeri menuntut dia mundur.
Setelah Wakil Presiden sekaligus Menteri Pertahanan Awad Ibn Auf mengumumkan mengambil alih dan membentuk Dewan Militer yang memimpin negara, rakyat masih tetap berunjuk rasa menuntut pembentukan segera pemerintahan sipil. Hanya selang hitungan jam, Auf yang dikenal sebagai orang dekat Bashir juga mundur dan digantikan Abdul Fatah al-Burhan.
Asosiasi Kaum Profesional Sudan yang menjadi motor unjuk rasa sudah menyampaikan sejumlah daftar tuntutan perubahan untuk mengatasi krisis ekonomi.
Mereka juga menyerukan dewan militer dibubarkan dan segera membentuk pemerintahan sementara gabungan sipil dan perwakilan militer.
Kemarin Burhan juga mengumumkan pemecatan tiga jaksa tinggi setelah pendemo menuntut lembaga peradilan direformasi.
Baca juga:
Sipil vs Militer di Sudan, Bisakah Tercapai Kesepakatan?
Militer Sudan Sebut Bashir Tidak Akan Diekstradisi, Bakal Diadili di Dalam Negeri
Rakyat Sudan Tolak Dewan Militer, Inginkan Pemerintahan Sipil
Setelah 30 Tahun Sang Diktator itu Akhirnya Tumbang
Suka Cita Rakyat Sudan Rayakan Lengsernya Presiden Umar al-Bashir
Militer Sudan Lengserkan Presiden Umar al-Bashir yang Sudah Berkuasa 30 Tahun