LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Mantan Pejabat Tinggi Kremlin Mundur Setelah Kecam Serangan Rusia ke Ukraina

Arkady Dvorkovich, wakil perdana menteri dari 2012-2018, menjadi salah satu tokoh paling senior Rusia yang mempertanyakan perang tersebut ketika dia mengatakan kepada media AS pekan ini bahwa dirinya prihatin dengan warga sipil Ukraina.

2022-03-18 21:01:25
Rusia Serang Ukraina
Advertisement

Mantan pejabat tinggi Kremlin yang menentang aksi Rusia di Ukraina mundur dari jabatannya di yayasan bergengsi setelah dituduh sebagai "pengkhianat bangsa".

Arkady Dvorkovich, wakil perdana menteri dari 2012-2018, menjadi salah satu tokoh paling senior Rusia yang mempertanyakan perang tersebut ketika dia mengatakan kepada media AS pekan ini bahwa dirinya prihatin dengan warga sipil Ukraina.

Dilansir dari laman Antara mengutip Reuters, Jumat (18/3), seorang anggota parlemen senior dari partai berkuasa meminta agar Dvorkovich dipecat dan menuduhnya menjadi bagian dari "tiang kelima" (gerakan bawah tanah) yang menggerogoti Rusia.

Advertisement

Pria berusia 49 tahun itu sejak 2018 telah memimpin Yayasan Skolkovo, pusat inovasi dan teknologi di pinggiran Moskow yang disebut-sebut sebagai "Lembah Silikon Rusia".

Pada Jumat, Yayasan Skolkova mengatakan dalam pernyataan bahwa Dvorkovich telah memutuskan untuk mundur.

Dia belum bisa dihubungi untuk dimintai komentarnya. Dia masih menjabat sebagai presiden Federasi Catur Internasional (FIDE).

Advertisement

Igor Shuvalov, ketua dewan direksi yayasan itu, mengatakan Dvorkovich telah mengundurkan diri dan tidak lagi dapat menggabungkan tugasnya di Skolkovo dengan tanggung jawabnya di FIDE dalam kondisi saat ini.

Ribuan orang telah ditahan setelah memprotes invasi Rusia di Ukraina, yang oleh pejabat Moskow disebut sebagai "operasi militer khusus" untuk melucuti militer dan membersihkan pengaruh Nazi di negara tetangga pecahan Uni Soviet itu.

Presiden Vladimir Putin pada Rabu mengeluarkan peringatan keras kepada orang-orang yang dia sebut "pengkhianat" di Rusia.

Dia mengatakan bahwa Barat ingin memanfaatkan mereka sebagai "tiang kelima" yang ingin menghancurkan negara itu.

Usai berkomentar di media Barat, Dvorkovich menyatakan di situs web Skolkovo bahwa dirinya "sangat bangga dengan keberanian para prajurit kami (Rusia)" dan bahwa Rusia telah menjadi target dari "sanksi yang keras dan tak berperasaan".

Namun sehari kemudian, Andrei Turchak, anggota parlemen dari partai Rusia Bersatu yang berkuasa, mendesak pemecatannya.

"Dia telah membuat pilihan," kata Turchak. "Ini tak lain dan tak bukan adalah pengkhianatan besar terhadap bangsa, kelakuan tiang kelima, yang disebut-sebut presiden hari ini."

Baca juga:
Arnold Schwarzenegger Sebut Rakyat Rusia Dibohongi Pemimpinnya
Putin Telepon Erdogan, Beberkan Empat Syarat Damai dengan Ukraina
Wali Kota Ukraina Dibebaskan dengan Ditukar Sembilan Tentara Rusia
"Kehilangan Selalu Menjadi Tragedi Tapi Kami Bangga Dia Mati karena Membela Negara"
Pejabat AS: Rusia Kehilangan Sekitar 7.000 Tentara di Ukraina
Sudah 4 Jenderal Rusia Gugur di Medan Perang Ukraina, Siapa Saja Mereka?
Karyawan Televisi Pemerintah Rusia Ramai-Ramai Mengundurkan Diri
Elon Musk Tantang Putin Bertarung 'Satu Lawan Satu' untuk Ukraina
Mencermati Bagaimana Rusia Mengubah Taktik Perang di Ukraina, Serangan dari Tiga Arah
Ukraina Gunakan Teknologi Pengenal Wajah Buatan AS Selama Perang Lawan Rusia

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.