LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Mantan ilmuwan Assad sebut Suriah punya 700 ton gas sarin

Gas sarin ini mampu menghancurkan beberapa kota di Suriah, seperti Damaskus, Homs, Hama, dan Aleppo.

2013-05-25 17:05:00
Konflik Suriah
Advertisement

Mantan ilmuwan senjata kimia Suriah kemarin menyatakan bahwa rezim pemerintahan Presiden Basyar al-Assad memiliki gas sarin yang mampu menghancurkan beberapa kota di Suriah, seperti Damaskus, Homs, Hama, dan Aleppo.

"Jika rezim Assad meluncurkan Rudal Scud-B dengan hulu ledak kimia yang dipenuhi dengan sarin, maka ledakan rudal itu akan menciptakan sebuah awan kimia dengan tinggi tiga kilomter dan lebar 500 meter, dan bisa berakibat fatal bagi semua orang yang berada di bawahnya," kata ilmuwan yang enggan disebutkan namanya itu, seperti dilansir surat kabar the Jerusalem Post, Sabtu (25/5).

Dia mengatakan kepada stasiun televisi Aljazeera bahwa persediaan senjata kimia Suriah, di antaranya 700 ton gas sarin serta sejumlah gas mustard, tiga ribu bom yang bisa dipasang dengan hulu ledak kimia, dan lebih dari seratus hulu ledak kimia untuk rudal balistik. Namun, dia membantah kecurigaan yang dikemukakan intelijen Barat bahwa Suriah memiliki gas tabun.

Advertisement

Meski begitu, ilmuwan yang melarikan diri dari Suriah itu mengklaim bahwa rezim Assad hanya akan melepaskan persediaan senjata kimianya jika sudah tidak lagi peduli dengan perhatian dunia.

Dia juga mengatakan rezim Assad telah menggunakan gas sarin dalam skala kecil untuk melawan pasukan pemberontak di empat kota, seperti di pinggiran Ibu Kota Damaskus, di Distrik Sheikj Maksoudt di Kota Aleppo, di Kota Saraqeb, dan di Distrik al-Khalidiyeh di Kota Homs.

"Tujuannya adalah untuk melumpuhkan para pemberontak dan memaksa mereka keluar dari tempat-tempat strategis, sambil mempertahankan tentara mereka yang terbatas," ujar dia.

Advertisement

Namun, dia meragukan laporan menyebut gas sarin digunakan oleh rezim Assad di Wilayah Khan al-Assal di Aleppo pada 19 Maret lalu. Dia mengatakan gas sarin tidak berbau, sementara dari laporan medis menjelaskan bau menjijikkan tercium di lokasi kejadian.

Dia juga menjelaskan rezim Assad telah melakukan eksperimen dengan mencampurkan berbagai jenis gas untuk membuat senjata yang lebih sulit diidentifikasi sebagai senjata kimia

"Ketika kelompok oposisi melaporkan adanya perbedaan gejala yang dihasilkan dari berbagai jenis gas, pernyataan mereka menjadi sulit dipercaya. Ini lantaran beberapa pejuang oposisi melaporkan ada yang mendapat sensasi terbakar di mata dan ini memunculkan pertanyaan apakah ini gas air mata atau gas pelumpuh saraf," ucap ilmuwan itu.

Dia mengatakan rencana untuk menggunakan senjata kimia terhadap pasukan pemberontak belum dilakukan sebelum Desember 2012, setelah pembimbingnya diculik oleh rezim Assad untuk menemukan cara menstabilkan gas sarin dalam amunisi kecil seperti di meriam.

Dia sebelumnya bekerja di bagian kimia Pusat Pengkajian Ilmiah dan Penelitian (CSSR), yakni suatu badan milik pemerintah Suriah yang bekerja untuk mengembangkan dan meningkatan senjata. Namun, tempat ini dilaporkan terkena serangan udara Israel pada Februari lalu.

Dia juga diberitahu oleh rezim Assad bahwa persediaan senjata kimia itu digunakan sebagai cara untuk membela diri terhadap Israel. "Ini sudah menjadi dogma bahwa kami harus membuat senjata nuklir milik Israel. Namun, kami tidak pernah diberitahu bahwa senjata itu juga dapat digunakan di dalam negeri."

(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.