Manipulasi penjualan bank, dua anak Mubarak bakal diadili
Husni Mubarak dan kedua anaknya juga bakal diadili terkait kasus korupsi.
Dua anak mantan Presiden Mesir, Husni Mubarak, Alaa dan Gamal, bakal menjalani persidangan atas kasus manipulasi data penjualan bank dan bursa saham. Selain itu, mereka juga dituduh terlibat korupsi selama masa pemerintahan ayahnya.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Kamis (31/5), menurut juru bicara pengadilan Ibu Kota Kairo, Mesir, Husni Mubarak dan kedua anaknya bakal menjalani persidangan pertama lusa pekan ini. Alaa dan Gamal diduga memanipulasi data dalam penjualan Bank Al Watany.
Selain kasus korupsi, Husni Mubarak, serta mantan Menteri Dalam Negeri Habib al-Adly, dan lima perwira polisi bakal diadili atas perkara pembunuhan terhadap 850 pengunjuk rasa selama masa protes Februari tahun lalu.
Anak tertua Mubarak, Gamal, kini berusia 48 tahun, sebelumnya menjadi ketua dewan pembina di Partai Nasional Demokrat saat ayahnya masih berkuasa. Dia sering menelurkan kebijakan bertentangan dengan undang-undang dan kemauan rakyat. Sementara adiknya, Alaa, tidak tertarik dalam dunia politik, tetapi menurut kabar beredar dia membangun bisnis atas bantuan koneksi ayahnya.
Mubarak saat ini ditahan di rumah sakit militer sambil dirawat akibat penyakit jantung. Sementara kedua anaknya dibui di penjara Kairo, menunggu jadwal persidangan.
Sejak pemerintahan Mubarak digulingkan lewat gerakan protes tahun lalu, kini dia hidup sebagai pesakitan. Semua harta keluarganya dibekukan dan disita negara.