Malaysia hentikan sementara semua pelayaran ke selatan Filipina
Kebijakan ini akan diambil Kepolisian Sabah selama 4 warga mereka masih disandera Abu Sayyaf
Pemerintah Malaysia berencana menghentikan sementara semua jenis pengiriman barang menggunakan kapal dari pantai timur Sabah menuju kawasan selatan Filipina dalam waktu dekat. Kebijakan ini diambil karena empat warga mereka disandera oleh militan Abu Sayyaf yang bersembunyi di Kepulauan Sulu.
Empat WN Malaysia yang sampai sekarang ditahan oleh Abu Sayyaf itu adalah Wong Teck Kang, Wong Teck Suu, Johny Lau jung, dan Wong Hung Sing. Mereka masih bersaudara.
Channel News Asia melaporkan, Minggu (3/4), rencana kebijakan itu disampaikan Kepolisian Negeri Jiran dalam konferensi pers di Kota Kinabalu. Sebagai langkah preventif, Tentera Diraja Malaysia telah mengirim kapal perang ke sekitar lokasi penyanderaan untuk melacak para pelaku.
Kapal tugboat "MASSIVE 6" milik perusahaan Highline Shipping Sdn Bhd yang nahas itu sedang berlayar di Perairan Ligitan. Mendadak pada Jumat (1/3) malam waktu setempat, delapan pria bersenjata menyerbu kapal, lantas menawan seluruh awak kapal. Beberapa jam kemudian, WNI serta Warga Myanmar dilepas, menyisakan empat orang warga malaysia yang tetap disandera.
Identitas tiga Warga Negara Indonesia yang baru saja dilepas oleh militan Abu Sayyaf telah diperoleh tim Konsulat Jenderal di Tawau, Sabah, Malaysia. Inisial tiga WNI bekerja sebagai awak kapal Malaysia itu adalah H (asal Jakarta Pusat), PK (Jawa Timur), dan IB (Sulawesi Selatan).
Ada informasi bahwa pelaku menggunakan bahasa Inggris dan Filipina saat beraksi. Kelompok mengklaim jaringan Abu Sayyaf ini sekaligus merampas laptop, uang tunai, dan telepon seluler para awak kapal. Belum ada informasi, apakah para anggota militan meminta uang tebusan.
Penculikan ini hanya berselang seminggu, ketika kapal berisi 10 WNI ditawan Abu Sayyaf. Sampai sekarang, ke-10 anak buah kapal asal Indonesia itu masih disandera di sekitar Kepulauan Sulu.
Adapun bagi Malaysia, penculikan ini seakan mengulang tragedi buruk pemenggalan Bernard Then pada Mei 2015. Then adalah insinyur kelistrikan yang diculik oleh Abu Sayyaf saat sedang bekerja di selatan Filipina. Karena tebusan tak kunjung diperoleh, para militan yang berafiliasi dengan ISIS itu memenggal sang WN Malaysia berdarah Tionghoa.
Baca juga:
Tiga WNI dilepas Abu Sayyaf telah dikontak tim KJRI Tawau
Masih sandera WNI, kini Abu Sayyaf culik empat ABK Malaysia
Indonesia tidak akan beri uang tebusan ke kelompok penculik 10 WNI
Selamatkan 10 ABK Indonesia, Menlu Retno terbang ke Filipina
10 ABK WNI sandera Abu Sayyaf dibawa ke Provinsi Sulu
Abu Sayyaf minta uang tebusan WN Kanada lebih mahal dari WNI