Malaysia deportasi pelaku Bom Bangkok
Masoud Sedaghatzadeh menolak semua tudingan dan mengajukan banding.
Pengadilan Kuala Lumpur, Malaysia, memutuskan pemerintah harus mengekstradisi pelaku Bom Bangkok, Masoud Sedaghatzadeh, ke Thailand. Ia juga dituding ikut jaringan teroris internasional
"Saya menolak tuduhan teroris. Saya tidak ikut organisasi apapun di dalam Iran atau di luar negara saya," kata Sedaghatzadeh, seperti dilansir situs ABC News, Senin (25/6). Dia mengatakan dirinya pergi ke Thailand untuk berlibur sekaligus mencari suku cadang motor bagi bisnisnya di Teheran, Iran.
Lelaki Iran 31 tahun ini dituding menyerang diplomat Israel di Bangkok. Setelah melakukan peledakan pada 14 Februari lalu, Sedaghatzadeh terbang ke Malaysia dan ditangkap di bandara di Kuala Lumpur.
Pengadilan Kuala Lumpur memutuskan menerima permintaan Thailand untuk mendeportasi Sedaghatzadeh ke Bangkok. Dia mengajukan naik banding dan minta penangguhan deportasi.
Hakim Komathy Suppiah yang menangani kasusnya mengatakan memiliki bukti cukup dia teroris, termasuk kepemilikan bahan peledak. Dia mengatakan Sedaghatzadeh mempunyai waktu setengah bulan mengajukan banding. Jika terbukti bersalah, dia akan dihukum seumur hidup.
Serangan terhadap diplomat Israel di Thailand itu bersamaan waktunya dengan teror terhadap Kedutaan Besar Israel di New Delhi (India) dan Tbilisi (Georgia).
(mdk/fas)