LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Makin rajin pancung terpidana mati, Arab Saudi buka lowongan algojo

Ada delapan posisi lowong. Syaratnya harus bisa penggal kepala sekali tebas serta bisa potong tangan

2015-05-19 11:29:17
Arab Saudi
Advertisement

Kerajaan Arab Saudi membuka lowongan bagi pria yang merasa sanggup menjadi tukang penggal terpidana mati. Algojo yang dibutuhkan sebanyak delapan orang.

Departemen Pegawai Negeri Saudi menyatakan lowongan ini dibuka untuk umum lantaran jumlah algojo di Negeri Petro Dollar itu tidak seimbang dengan deretan terpidana mati. Saudi baru saja menambah jumlah hakim, diharapkan kasus-kasus berat yang lama mangkrak bisa dipercepat. Alhasil, jumlah eksekusi mati yang biasa digelar saban usai salat Jumat akan meningkat.

"Selain menjalankan eksekusi, pelamar diminta siap melaksanakan amputasi untuk pelanggaran hukum yang lebih ringan," tulis iklan tersebut, seperti dilansir the Guardian, Selasa (19/5).

Advertisement

Selama ini Saudi tidak pernah secara terbuka membuka lowongan algojo. Para tukang pancung ini diharuskan orang yang pandai menggunakan pedang, sehingga kepala bisa lepas sekali tebas. Tidak disebutkan berapa besar gaji mereka, namun dari sisi kepangkatan seorang algojo termasuk PNS rendahan di Saudi.

Dari pengakuan salah satu algojo legendaris, Muhammad Saad al-Beshi dengan BBC pada 5 Juni 2003, kegiatan memancung terpidana mati nyaris menyerupai kemeriahan acara nonton bareng sepakbola. "Orang-orang akan bersorak ketika kepala terpidana mati menggelinding beberapa meter. Mereka kagum dengan kemampuan saya," kata Saad.

Di Arab Saudi, pembunuhan, perzinaan, serta penyelundupan narkoba hampir pasti dikenai hukuman mati. Sementara pencurian akan dihukum potong tangan. Terpidana mati tidak akan diberitahu waktu eksekusi, melainkan langsung diantar ke hadapan algojo.

Advertisement

Lembaga hak asasi Amnesty International menyatakan negara kaya minyak itu rajin mengeksekusi puluhan terpidana saban tahun. Data 2007-2010, 345 hukuman mati dilaporkan oleh Kementerian Kehakiman Saudi.

Sepanjang tahun lalu, 88 orang dihukum mati, separuhnya warga asing. Dengan begitu Saudi adalah negara setelah China dan Iran yang paling rajin menjalankan hukuman mati di muka bumi.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.