Makin otoriter, Erdogan tutup 131 media usai kudeta Turki
Sebelumnya aparat juga sudah mengeluarkan surat penangkapan bagi 42 jurnalis.
Dampak gagalnya kudeta militer pada 15 Juli lalu masih terasa di Turki. Rezim Recep Tayyip Erdogan kemarin menutup 131 kantor media.
Kantor berita Reuters melaporkan, Kamis (28/7), langkah itu dilakukan setelah sebelumnya pemerintah menutup sejumlah sekolah, universitas, serta menangkapi personel tentara dan militer yang dianggap terlibat kudeta dan menjadi lawan politiknya.
Puluhan ribu orang, termasuk polisi, hakim, jaksa, guru, juga dipecat. Keputusan pemerintah itu semakin memperkuat tuduhan sejumlah kalangan yang menyatakan Erdogan akan semakin otoriter setelah kudeta militer tempo hari.
Negara Barat dan kelompok pembela hak asasi mengecam langkah Erdogan selepas kudeta yang menewaskan sedikitnya 246 orang dan melukai dua ribu lainnya.
Erdogan menuding ulama Fethullah Gulen sebagai dalang di balik kudeta. Dia juga membantah tuduhan yang mengatakan kudeta adalah rekayasa Erdogan untuk memperkuat kekuasaannya dan menghabisi lawan-lawan politiknya.
Selain menutup media, aparat juga sudah mengeluarkan surat penangkapan bagi 42 jurnalis.
(mdk/pan)