LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Makin akrab, Trump sebut Putin tak mungkin bunuh wartawan

Kedua politikus kontroversial itu saling memuji. Putin kini sedang diserang atas tudingan pelanggaran HAM

2015-12-21 17:30:55
Rusia
Advertisement

Bakal calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump membela Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam pernyataannya, Trump mengatakan Putin tidak mungkin menyalahgunakan kekuasaan dengan memerintahkan pembunuhan wartawan di seantero Rusia.

Pengusaha sekaligus pembawa acara televisi di Negeri Paman Sam itu mengatakan tak pernah mendengar informasi apalagi bukti Putin melakukan pembunuhan terhadap wartawan AS itu.

"Saya tidak pernah lihat Putin melakukan pembunuhan. Sepertinya jahat jika menuduhnya demikian," seru calon presiden dari Partai Republik itu, seperti dilaporkan surat kabar Daily Mail, Senin (21/12).

Advertisement

Trump sendiri juga mengungkapkan betapa dia sangat menghormati Putin. Dia juga mengatakan terima kasih atas pujian Putin kepada dirinya.

"Jika Putin menghormati saya dan ingin menelepon saya untuk ide-ide brilian lain, itu sangat bagus. Saya juga menghormatinya. Saya akan menganggap hal itu sebagai sesuatu yang baik untuk bangsa kita," lanjut dia.

Trump juga mengatakan akan memperbaiki hubungan dengan Rusia jika dia menjabat sebagai Presiden Negeri Adi Daya nanti.

Advertisement

Presiden Putin diduga bertanggung jawab atas kematian 56 wartawan di seantero Rusia. Salah satu yang paling menonjol adalah penembakanAnna Politkovskaya pada 2006 tak lama setelah sang wartawan mengkritik Putin.

Tudingan pada Putin muncul dalam sesi debat capres Partai Republik pekan lalu. Senator Marco Rubio, rival Trump, menyebut Putin bertanggung jawab atas serangkaian pembunuhan jurnalis, sekaligus pembantaian konflik Chechnya di tahun pertama mantan agen KGB itu menjabat.

Pekan lalu, Putin memuji sosok Donald Trump. Pengusaha tajir yang bikin heboh karena mengusulkan pelarangan orang Islam masuk AS itu dianggap sang presiden Rusia sosok bertalenta.

"Dia politikus yang cerdas, luar biasa, dan tidak diragukan lagi memang bertalenta," kata Putin.

"Tentu saya tidak bisa menentukan laik tidaknya Trump menjadi presiden AS, itu tergantung para pemilih. Namun kita harus mengakui dialah pemimpin dalam perjalanan menuju pilpres Amerika sementara ini," imbuhnya.

Baca juga:
Putin ternyata kagumi Donald Trump, sebut sang capres 'bertalenta'
Fakta unik soal Presiden Putin yang jarang diketahui
Aksi muslim AS gelar salat di jalan tolak Donald Trump
Warga Amerika lebih suka orang muslim dibanding Donald Trump
Kisah inspiratif orang-orang serukan anti-Islamophobia

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.