LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Majalah anak Tunisia lansir cara membuat bom molotov

Media ini juga menggunakan ilustrasi warna warni agar anak tertarik membacanya.

2012-10-10 19:15:13
Dunia
Advertisement

Majalah anak dari Tunisia Qaws Quzah atau Pelangi, baru-baru ini melansir detail langkah membuat bom molotov dilengkapi ilustrasi warna warni agar para bocah tertarik membacanya. Majalah itu kini menghadapi tuntutan sebab dianggap mengancam keselamatan anak-anak.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Rabu (10/10), Menteri Urusan Wanita dan Keluarga Tunisia, Sihem Badi mengkhawatirkan kandungan dari artikel itu dapat memicu aksi kekerasan atau terorisme pada bocah.

Majalah itu menggambarkan detail mengenai misil itu. "Bom molotov merupakan senjata buatan sendiri terbuat dari sumbu kain dimasukkan ke dalam botol gelas berisi cairan mudah terbakar seperi minyak atau alkohol. Bom ini harus dibakar dulu sumbunya dan dilemparkan ke musuh. Setelah mengenai sasaran, botol akan pecah dan membakar target," tulis artikel itu.

Majalah berusia satu dekade ini merupakan bacaan kegemaran anak-anak Tunisia. Media itu tidak pernah menyinggung persoalan politik dan langkah membuat bom molotov menyentak negara baru saja mengalami revolusi ini. Banyak aksi kekerasan di Tunisia menggunakan misil itu.

Bom molotov pertama kali dipakai oleh pejuang Finlandia dalam perang dunia kedua. Bom ini awalnya gurauan atau sindiran dari pejuang Finlandia atas serangan udara Uni Soviet yang menjatuhkan bom di wilayah mereka. Bom ini kemudian dinamakan molotov mengikuti nama Menteri Luar Negeri Uni Soviet, Vyacheslav Molotov.

Bulan lalu, ribuan umat Islam Tunisia menyerbu Kedutaan Besar Amerika Serikat dan membakar bendera Negara Adidaya itu. Aksi ini meletup setelah cuplikan film anti-Islam karya sineas Amerika, Nakoula Basseley Nakoula alias Sam Bacile, diunggah ke situs berbagi video Youtube. Film the Innocence of Muslim dianggap melecehkan Nabi Muhammad SAW.

Di negara mayoritas penduduk Muslim itu, demonstran biasa menggunakan bom molotov sebagai wujud ekspresi kemarahan mereka.(mdk/din)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.