LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Mahathir Mohamad usul Myanmar dikeluarkan dari ASEAN

Kebijakan Myanmar mendiskriminasi etnis muslim Rohingya dianggap mantan PM Malaysia itu melawan piagam ASEAN

2015-06-18 11:31:52
Myanmar
Advertisement

Pandangan kontroversial diutarakan mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad kepada Myanmar terkait aksi mereka terhadap warga muslim Rohingya.

Dikutip melalui situs berita Turki, Anadolu Agency, Kamis (18/6) Mahathir mengatakan sudah seharusnya Myanmar dikeluarkan dari Asosiasi negara Asia Tenggara (ASEAN) karena persekusi terhadap etnis Rohingya.

Pernyataan keras Mahathir terlontar akhir pekan lalu ketika mengisi konferensi internasional mengenai Rohingya di Kuala Lumpur.

Advertisement

Mahathir menilai apa yang dilakukan Myanmar terhadap Rohingya adalah kejahatan pembantaian masal atau genosida terhadap populasi umat muslim.

"Dahulu saya sangat keras dalam meminta dukungan negara-negara ASEAN ketika meminta Myanmar untuk bergabung menjadi anggota ASEAN, namun kini kasusnya berbeda," kritik tegas Mahathir.

"Saya sudah menyurati seorang pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi, namun sangat disayangkan dia tidak memberikan respon baik," imbuh politikus 89 tahun itu.

Advertisement

Direktur Pemerintahan Myanmar untuk ASEAN, U Hau Khan Sum, sangat terkejut mendengar pernyataan keras Mahathir yang menilai negaranya tidak lagi pantas berada di ASEAN terkait kasus rohingya.

"Saya tidak mengerti mengapa Mahatir melontarkan pernyataan tersebut, dalam posisinya Myanmar telah bekerja sama baik dengan semua negara ASEAN, dan tidak seharusnya usulan mencabut Myanmar dari keanggotaan ASEAN menjadi solusi," ucap Khan Sum.

"Seperti diketahui ASEAN tidak akan mengabulkan sebuah putusan tanpa konsensus terlebih dulu, maka sangat mustahil untuk mengusir keberadaan Myanmar dari keanggotaan ASEAN," lanjutnya.

Pemerintah Malaysia juga menolak mengomentari pernyataan kontroversial Mahatir itu. Sejak 2012 dalam data PBB tercatat kaum Rohingya sebagai etnis minoritas tertinggi yang berusaha kabur mencari suaka ke luar negeri.

Kasus Rohingya mencuat kembali ketika pada awal Mei lalu. Kala itu, Thailand menolak lebih dari 8 ribyu pengungsi masuk ke wilayah mereka. Hidup mereka terombang-ambing di laut lepas sampai akhirnya berlabuh di perairan Indonesia dan Malaysia.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.