LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Mahathir: Saya sadar mengapa pernah dianggap diktator

Mahathir: Saya sadar mengapa pernah dianggap diktator. Mahathir Mohamad tak pernah sekali pun kalah dalam kampanye pemilu. Dia mempertahankan rekor itu kemarin ketika dia dilantik sebagai pemimpin negara tertua di dunia dalam usia 92 tahun.

2018-05-11 07:40:00
Pemilu Malaysia
Advertisement

Mahathir Mohamad tak pernah sekali pun kalah dalam kampanye pemilu. Dia mempertahankan rekor itu kemarin ketika dia dilantik sebagai pemimpin negara tertua di dunia dalam usia 92 tahun.

"Ya, ya, saya masih hidup," kata dia dalam jumpa pers kemarin ketika mengumumkan kemenangan atas koalisi Barisan Nasional (BN) yang sudah berkuasa selama 60 tahun sejak Malaysia merdeka pada 1957.

Mahathir pernah menjadi perdana menteri selama 22 tahun sejak 1981. Sebagai pemimpin Malaysia, dia dikenal sebagai sosok yang keras, tanpa kompromi, tapi berhasil mengubah Malaysia menjadi negara industri modern.

Advertisement

Sejak memutuskan pensiun dia tidak pernah lepas dari sorotan media. Dua tahun lalu dia kembali aktif di dunia politik di kubu oposisi. Mahathir berjanji akan menggulingkan Najib Razak dari kursi perdana menteri lantaran kasus skandal dugaan korupsi di badan negara 1MDB.

Sebagai bentuk pengorbanannya dia bahkan mundur dari Organisasi Bangsa Melayu Bersatu (UMNO), partai yang ikut dia bangun sejak muda.

"Di kala itu saya adalah penentang keras Mahathir," ujar Joseph Paul, 70 tahun, pensiunan dinas sosial yang bergabung dengan ribuan rakyat Malaysia di Kuala Lumpur untuk merayakan kemenangan Mahathir.

Advertisement

"Politik, kata orang, adalah seni mengelola kemungkinan, jadi kalau dia kembali untuk menyingkirkan penjahat, mengapa tidak?"

Dilansir dari laman Channel News Asia, Kamis (10/5), hasil resmi Komisi Pemilihan Umum kemarin memperlihatkan koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir meraih 113 dari 222 kursi parlemen. Angka itu cukup untuk memenangkan suara mayoritas di parlemen.

Mahathir Mohamad menang Pemilu Malaysia ©REUTERS/Athit Perawongmetha



Keberhasilannya membangun negeri membuat dia digelari "Bapak Malaysia Modern" meski gaya kepemimpinannya terbilang keras dan tanpa kompromi.

Mahathir beberapa kali menjebloskan lawan politiknya ke penjara. Para pengamat menyebut dia melarang kebebasan berpendapat dan menindas lawan politiknya. Itu juga yang dialami mantan wakilnya sebagai perdana menteri, Anwar Ibrahim, yang kini masih di penjara karena didakwa melakukan sodomi dan korupsi. Di masa lima tahun awal kepemimpinannya, Mahathir menjebloskan lebih dari seratus politisi oposisi, akademisi, dan aktivis tanpa pengadilan.

Mahathir kini satu kubu dengan Anwar Ibrahim dan dia berjanji akan memberinya pengampunan. Dia juga sudah berjanji akan mundur dan membiarkan Anwar menjadi perdana menteri.

Dalam wawancara Maret lalu dia mengatakan akan terus berjuang menumbangkan Najib Razak meski jika kalah dalam pemilu.

"Saya akan berumur 90an tahun dan secara fisik tidak sekuat dulu," kata dia. "Tapi kalau saya masih sehat saya akan terus berjuang."

Mahathir juga mengaku dia pernah berbuat salah di masa lalu. Dalam tulisannya di blog pada Januari dia menyebut rakyat dan media tidak pernah luput menyoroti dirinya pernah memerintah secara otoriter selama 22 tahun.

"Menengok ke belakang, saya sadar mengapa sebagai perdana menteri Malaysia saya pernah dianggap diktator," tulis Mahathir. "Ada banyak hal yang saya lakukan di masa lalu yang mirip perbuatan diktator."

Baca juga:
Semringah Mahathir Mohamad menangi pemilu Malaysia
Pemilu Malaysia, Mahathir tidak akan dilantik jadi perdana menteri hari ini
Pemilu Malaysia, raja akan putuskan siapa perdana menteri yang baru
Oposisi pimpinan Mahathir Mohamad menangi pemilu Malaysia
Mahathir Mohamad klaim menangkan Pemilu Malaysia

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.