Mahasiswa jual narkoba untuk biaya kuliah
Diperkirakan, satu dari tujuh mahasiswa Universitas Cambridge menjual narkoba untuk membiayai kuliah mereka.
Sebuah survei yang dilakukan di Inggris telah mengungkapkan sebuah hasil yang mengejutkan. Diperkirakan, satu dari tujuh mahasiswa Universitas Cambridge menjual narkoba untuk membiayai kuliah mereka.
Dari survei tersebut ditemukan, dua pertiga mahasiswa telah mengkonsumsi jenis ganja sebagai narkoba yang paling polpuler. Sedangkan seperempatnya mengaku menggunakan kokain, yang sering disebut sebagai narkoba kelas A.
Menurut penjelasan mahasiswa, kebanyakan narkoba yang masuk ke Cambridge telah mendapat potongan harga. Kasus ini telah berlangsung selama sepuluh tahun. Sementara itu, sebanyak 14 persen mahasiswa yang mengkonsumsi narkoba telah dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan serius.
Seorang sumber yang tidak ingin identitasnya disebutkan menjelaskan, sulit bagi mahasiswa untuk mendapatkan pekerjaan dan belajar di Cambridge pada saat bersamaan. "Jadi menjual narkoba adalah cara mudah dan cepat untuk membiayai kuliah mereka," kata sumber itu.
"Tidak mengejutkan, dengan tingkat stress yang tinggi di lingkungan belajar, banyak mahasiswa menggunakan narkoba untuk melepaskan penat," ujar salah satu alumni Cambridge yang juga tidak mau disebut identitasnya.
Juru bicara universitas membantah isi survei itu. "Tidak ada indikasi validitas dari survei ini. Tetapi universitas secara jelas tidak membenarkan penggunakan barang ilegal di dalam kampus. Kami telah menyarankan mahasiswa untuk menghindari penggunaan narkoba yang dapat mempengaruhi pendidikan mereka," tuturnya.
(mdk/tts)