Mahasiswa China meninggal saat sedang donorkan sperma
Keluarganya menuntut bank sperma memberi ganti rugi sebesar Rp 9,4 miliar.
Zheng Gang, mahasiswa kedokteran di Universitas Wuhan, China, meninggal saat sedang mendonorkan spermanya di sebuah rumah sakit. Dia sebelumnya pernah menyumbangkan spermanya empat kali dalam sepuluh hari.
Pria 23 tahun itu ditemukan meninggal dalam sebuah ruang di klinik kesuburan di kampusnya setelah perawat menyadari dia sudah terlalu lama berada di dalam ruang itu, seperti dilansir situs Asia One, Rabu (17/9).
Menurut laporan surat kabar Changjiang Times, saat perawat masuk dia sudah terbaring tak sadarkan diri di lantai, dua jam setelah dia masuk ruang itu buat mengeluarkan spermanya. Dokter tak bisa berbuat apa-apa dan dia dinyatakan meninggal di tempat.
Kematian Zheng yang tragis itu pada Februari 2012 kembali jadi perbincangan setelah keluarganya mengajukan kasus itu ke pengadilan. Mereka mengatakan bank sperma di Kota Wuhan, Provinsi Hubei itu bertanggung jawab atas kematian Zheng.
Namun pengadilan memutuskan Zheng mengikuti program donor sperma itu atas kemauan dia sendiri. Mahasiswa sedang dalam status dokter magang itu tercatat mendaftarkan diri pada Januari 2011 dan dalam sepuluh hari dia mengikuti program itu dengan mendonorkan spermanya empat kali.
Keluarga Zheng menuntut ganti rugi sebesar Rp 9,4 miliar dengan mengatakan bank sperma itu mendorong Zhang untuk mengikuti program itu dan tidak merawat dia dengan benar saat sedang tidak sadarkan diri.(mdk/fas)