Macron tunjuk Edouard Philippe jadi perdana menteri Prancis
Penunjukan Philippe dilihat buat menarik dukungan politik faksi sayap kiri dan kanan Prancis.
Presiden baru Prancis Emmanuel Macron menunjuk politisi sayap kanan Edouard Philippe sebagai perdana menteri mendampingi dirinya. Philippe berasal dari Partai Republik.
Pilihan Macron tersebut dipandang sebagai upaya menarik tokoh-tokoh kunci baik dari politik kanan atau kiri Prancis.
Penunjukan perdana menteri baru ini merupakan langkah besar pertama Macron usai menjabat jadi presiden baru Prancis. Philippe merupakan walikota Le Havre, kota pelabuhan di utara Prancis.
Dilansir dari BBC, Selasa (16/5), Philippe diketahui orang dekat Alain Juppe, politikus terkemuka Partai Republik. Dia bahkan disebut-sebut sebagai tangan kanan Juppe.
Sementara itu, sehari setelah resmi dilantik, Macron langsung melakukan kunjungan kenegaraan ke Jerman. Bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, keduanya mengatakan akan bekerja sama dalam operasi pertahanan, memperbaiki zona euro dan mengurangi birokrasi.
Merkel menyebutkan Uni Eropa bergantung pada Prancis yang kuat dan Macron merupakan orang yang bisa diajak berbagi keyakinan itu.
"Saya dan Macron berbagi keyakinan bersama, bahwa kita tidak hanya akan berurusan dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, namun kita perlu memperdalam Uni Eropa itu sendiri," tutur Merkel.
Baca juga:
Kemesraan presiden baru Prancis & istrinya yang 24 tahun lebih tua
Warga muslim jadi kunci kemenangan Macron di Prancis
Presiden baru Prancis digosipkan gay karena istri lebih tua
Netizen berdebat soal siapa lebih tampan antara Macron dan Trudeau
Emmanuel Macron resmi jadi presiden termuda Prancis