Lokasi Wisata Selam di Filipina Dipenuhi Sampah Masker Bekas
Para pengunjung dan penduduk lokal melaporkan peningkatan jumlah masker pelindung dan face shield yang dikumpulkan dari dasar laut.
Pandemi COVID-19 berdampak pada polusi laut di Kota Bauan, lokasi menyelam yang populer di Provinsi Batangas, Filipina.
Para pengunjung dan penduduk lokal melaporkan peningkatan jumlah masker pelindung dan face shield yang dikumpulkan dari dasar laut.
"Mungkin karena beberapa orang yang naik perahu hanya melingkarkan masker mereka di salah satu ujungnya dan terlepas, atau yang lain tidak membuangnya dengan benar," kata Arnel Vergara, seorang penyelam profesional Filipina yang telah menyelam di daerah tersebut selama satu dekade terakhir.
Carmela Sevilla, seorang pemilik resor dan instruktur selam, mengatakan bahwa sampah masker itu menjadi tambahan di atas kantong plastik, kemasan sekali pakai, popok, dan bahan kemasan yang mengganggu perairan setempat selama musim hujan.
“Saya pikir kita akan melihat lebih banyak masker,” kata Sevilla. "Saya rasa kita akan memakai masker wajah untuk sementara waktu," katanya lagi, seperti dilansir laman Antara mengutip Reuters, Selasa (8/6).
Girro Maranan, seorang pejabat di Kantor Pariwisata Batangas mengatakan para pejabat mengetahui masalah ini dan tengah memelopori upaya pembersihan.
"Keanekaragaman laut kita yang paling terpengaruh," kata Maranan.
Marian Ledesma, juru kampanye Greenpeace di Filipina mengatakan manajemen strategi pembuangan limbah negara yang buruk telah menyebabkan sampah menumpuk di anak-anak sungainya.
Baca juga:
New Delhi dan Mumbai Perlonggar Lockdown Saat Kasus Covid di India Menurun
Warga Dunia Sudah Terima 2,12 Miliar Dosis Vaksin Covid-19
Menkes Inggris: Virus Corona Varian India 40 Persen Lebih Mudah Menular
China Izinkan Penggunaan Vaksin Sinovac untuk Usia 3-17 Tahun