Lima serangan teror bukti lemahnya intelijen Prancis
Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mengakui harus ada evaluasi di tubuh intelijen.
Prancis sebagai jantungnya Eropa mendapat teror bertubi dalam beberapa tahun belakangan. Puncaknya adalah insiden penyerangan di Paris pada 13 November tahun lalu. Penyerangan di tiga titik secara bersamaan di Paris membuat kota tersebut lumpuh.
Banjir duka cita mengalir dari pelbagai belahan dunia. Tiap pengguna Facebook merasakan duka cita mendalam dengan mengganti foto profil dengan warna bendera Prancis. Insiden yang menyentak dunia ini disebut sebagai salah satu tonggak teror di Eropa yang diklaim Negara Islam Irak Suriah (ISIS) sebagai ulahnya.
Belum lama ini, teror serupa juga memakan banyak korban jiwa. Bukan lewat bom bunuh diri seperti sebelumnya, namun menggunakan sebuah truk maut dengan korban jiwa tercatat hingga 84 orang. Insiden yang terjadi di Nice, Prancis kali ini terjadi saat malam perayaan hari nasional Negara Ayam Jantan, Bastille Day.
Kendati banyaknya teror serupa, kerap mempertanyakan seperti apa kekuatan tim keamanan Prancis? Negara pusat wisatawan dunia ini dinilai sedang dalam status rawan. Perdana Menteri Prancis Manuel Valls pernah mengatakan siap untuk melakukan evaluasi soal kinerja tim intelijen negaranya atas semua kekacauan ini.
"Jelas ada kesalahan yang dibuat (lembaga intelijen)," ujarnya merujuk pula pada insiden awal penyerangan tabloid penghina Nabi Muhammad, Charlie Hebdo pada 10 Januari 2015.
Presiden Prancis Francois Hollande menegaskan tidak akan menyerah melawan terorisme di negaranya.
"Semua warga Prancis berada di bawah ancaman terorisme yang mengatasnamakan Islam. Saya bersumpah, Prancis tidak akan menyerah dalam 'perang' melawan terorisme," ucapnya.
Menyoroti hal tersebut, berikut lima insiden dirangkum merdeka.com beberkan lima rangkaian aksi teror bukti rapuhnya tim keamanan Prancis:
Penyerangan tabloid Charlie Hebdo tewaskan pimred dan kartunis
Penyerangan markas tabloid Charlie Hebdo oleh kelompok bersenjata menewaskan 12 orang. Pemimpin redaksi Stephane Charbonnier alias Charb turut menjadi korban dalam penyerangan ini.
Dilansir dari AFP Stephane tewas dalam serangan Rabu (7/1/2015). Selain itu Kartunis Charlie Hebdo, Jean Cabut alias Cabu ikut tewas dalam serangan tersebut.
Stephane diketahui sudah beberapa kali mendapat ancaman pembunuhan akibat publikasi tabloidnya yang kerap menghina Islam. Dalam serangan maut ini dua kartunis lain Tignous dan Wolinski serta sembilan anggota redaksinya juga meregang nyawa.
Informasi dari kepolisian menyebut 12 orang termasuk aparat, 10 terluka, dan empat lainnya kritis. Penyerang dikabarkan sempat menanyakan satu per satu nama pekerja di Charlie Hebdo sebelum akhirnya membunuh semua editor dan kartunis tabloid itu
Menurut jurnalis dari stasiun televisi Europe1 News Pierre de Cossette salah satu dari pelaku berteriak 'ini pembalasan atas penghinaan pada Nabi Muhammad SAW'.
Penyanderaan di Paris, dua orang tewas, lima ditawan
Seorang pria bersenjata kembali menyandera korban di sebuah toserba Yahudi di Port de Vincennes, sebelah timur Ibu Kota Paris hari ini. Kejadian ini berlangsung ketika polisi masih bernegosiasi dengan dua pelaku penembakan kantor tabloid satir Charlie Hebdo dua hari lalu.
pelaku telah menewaskan dua orang dan menyandera lima orang lainnya, satu perempuan dan empat anak-anak, seperti dilansir the Daily Mail, Jumat (9/1/2015).
Polisi Prancis telah mengumumkan dua nama tersangka dalam penembakan polwan dua hari lalu. Mereka bernama Amedy Coulibaly, 33 tahun, dan seorang lagi perempuan bernama Hayat Boumeddiene, 26 tahun. Kedua orang itu diyakini terlibat dalam penyanderaan di toserba hari ini.
Insiden di penyerangan di kereta Paris-Amsterdam, disebut aksi teror
Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan dari senjata otomatis di dalam kereta Amsterdam-Paris kemarin. Insiden itu melukai tiga orang. Dua di antaranya dalam kondisi kritis.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Sabtu (22/8), Perdana Menteri Belgia CVharles Michel mengatakan penembakan di kereta itu adalah serangan teroris.
"Saya mengutuk serangan teroris di kereta Thalys dan menyatakan simpati kepada korban," ujar Michel dalam akun Twitter.
Pelaku diketahui berasal dari Maroko dan identitasnya sudah dikenali oleh intelijen Prancis.
Plekau berusia 26 tahun itu berhasil dilumpuhkan oleh dua anggota tentara Amerika yang berada di dalam kereta. Dia ditangkap ketika kereta berhenti di Prancis.
Menurut juru bicara perusahaan kereta, tersangka membawa senjata otomatis dan sebuah pisau.
Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuva mengatakan penumpang asal Amerika itu sudah menunjukkan tindakan penuh keberanian dan situasi sulit.
Serangan beruntun di Paris tewaskan 153 orang
Serangan teroris di tujuh lokasi berbeda Ibu Kota Paris, Prancis, pada 13 November 2015 merupakan insiden paling mematikan setelah terakhir kali terjadi pada Perang Dunia II. Sejauh ini 153 orang tewas karena bom bunuh diri serta penembakan acak di Gedung Konser Bataclan, Rue Bichat, Av. de la Republique, Bd. Voltaire, Rue Charonne, dan Boulevard Beaumarchais
Pengunjung restoran di Rue Bichat diberondong tembakan oleh seorang laki-laki menenteng AK-47. Korban tewas mencapai 20 orang. Dalam momen bersamaan, penembakan beruntun terjadi di tiga lokasi lain, yakni bar dide Charonne dan Faidherbe, serta restoran di La Petit Cambodge.
Saat polisi masih melacak lokasi di restoran, dua bom bunuh diri terjadi di Stadion Stade de France, yang sedang menggelar pertandingan sepakbola persahabatan antara Timnas Prancis vs Jerman. Nyaris bersamaan dengan bom di Stadion Stade de Frace, setidaknya tiga orang diketahui menyerbu Gedung Bataclan yang sedang menggelar konser. Pelaku memberondongkan peluru ke arah kerumunan 1.000 penonton selama nyaris 15 menit.
Insiden truk maut di Nice renggut 84 korban jiwa
Seorang laki-laki mengendarai truk dan menabrak kerumunan warga yang sedang menyaksikan kembang api di Nice, Prancis. Truk tersebut diketahui berisi senjata, granat dan bahan peledak.
Dilansir dari CNN, Jumat (15/7) sebelum menerobos ke kerumunan, sopir truk sempat melepaskan tembakan ke arah polisi. Truk kemudian melaju sekitar 32 km/jam sampai 48 km/jam menerobos sembari menembaki kerumunan warga. Sopir pun berhasil ditembak mati.
Korban tewas pun hingga kini tercatat bertambah menjadi 84 orang.