Lebih dari 400 tentara Amerika tinggalkan Suriah
Lebih dari 400 tentara Amerika tinggalkan Suriah. Lebih dari 400 tentara marinir Amerika Serikat dan artileri mereka kini sedang meninggalkan Suriah setelah berhasil merebut Kota Raqqa dari tangan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Pernyataan itu disampaikan pasukan koalisi pimpinan AS kemarin.
Lebih dari 400 tentara marinir Amerika Serikat dan artileri mereka kini sedang meninggalkan Suriah setelah berhasil merebut Kota Raqqa dari tangan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Pernyataan itu disampaikan pasukan koalisi pimpinan AS kemarin.
Laman Middle East Monitor melaporkan, Sabtu (2/12), bulan lalu pasukan milisi didukung AS menyatakan menguasai kembali Raqqa, bekas ibu kota ISIS di Suriah setelah berbulan-bulan bertempur melawan ISIS.
"Dengan dibebaskannya Kota Raqqa dan ISIS sudah pergi, pasukan diperintahkan pulang. Pasukan pengganti mereka sudah dibatalkan," kata pernyataan pasukan koalisi.
"Kami menarik pasukan dari lokasi tertentu, tapi kami masih terus membantu rekan-rekan di Suriah dan Irak untuk menjaga keamanan," kata Brigadir Jenderal Jonathan Braga, direktur pasukan koalisi dalam pernyataan.
"Pasukan kami yang masih tinggal akan terus bekerja bersama pasukan rekan untuk mengalahkan ISIS, mencegah mereka muncul lagi dan mengamankan kondisi bagi pemerintah internasional dan lembaga swadaya masyarakat yang akan membantu warga lokal," kata dia.
Secara resmi Pentagon mengatakan ada 503 tentara Amerika di Suriah. Namun pekan lalu pejabat Amerika menyatakan ada hampir 2.000 tentara AS di Suriah. Sebagian dari mereka adalah pasukan operasi khusus yang bekerja untuk melatih dan memberi saran bagi pasukan rekan, termasuk memasok senjata.
Baca juga:
Israel luncurkan rudal serang pangkalan militer dekat Damaskus
Ketika militan ISIS bertobat
Aksi pesawat Rusia jatuhkan bom ke markas ISIS di Suriah
Presiden Iran umumkan kekalahan ISIS lewat siaran televisi