Larangan pasang foto Dalai Lama di biara Tibet dicabut
Tindakan ini muncul sebagai langkah untuk mengurangi ketegangan antara warga Tibet dan pemerintah China.
Pejabat China dikabarkan telah mencabut larangan bagi biksu Tibet memasang foto-foto Dalai Lama di Biara Gaden di Ibu Kota Lhasa, salah satu biara paling bersejarah dan penting di Tibet. Kebijakan tidak diduga ini bisa meredakan ketegangan di wilayah yang bergejolak itu.
Organisasi yang berbasis di Ibu Kota London Free Tibet mengatakan keputusan ini turut membalikkan larangan yang diperkenalkan pada 1996 itu, dan perubahan serupa sedang dipertimbangkan untuk diberlakukan di wilayah Tibet lainnya, seperti dilansir surat kabar the Independent, Jumat (28/6).
Hal ini menandakan adanya kelonggaran dari batasan-batasan agama dari pihak berwenang Negeri Tirai Bambu itu, tiga bulan setelah Presiden Xi Jinping menjabat.
Kampanye Internasional untuk Tibet, sebuah organisasi nirlaba yang bekerja untuk mengkampanyekan kebebasan berdemokrasi bagi warga Tibet dan berbasis di Amerika Serikat, mengatakan para pejabat di sebelah barat Propinsi Qinghai juga mempertimbangkan untuk mengangkat larangan memasang gambar Dalai Lama.
Selain itu, ada juga rancangan proposal untuk mengakhiri praktik-praktik yang memaksa warga Tibet untuk mengecam pemimpin spiritual mereka yang kini berada dipengasingan, dan untuk mengurangi kehadiran polisi di beberapa biara.
Namun, pejabat di Lhasa dan Qinghai tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar terkait hal ini.
Tindakan ini muncul sebagai langkah untuk mengurangi ketegangan antara warga Tibet dan pemerintah setelah banyaknya serangkaian protes bakar diri untuk melawan pemerintahan China.
Beijing menganggap Dalai Lama, yang melarikan diri dari China pada 1959 setelah gagal melakukan pemberontakan melawan pemerintah China, sebagai separatis.
Dalai Lama, yang kini mengasingkan diri di India, mengatakan dia semata-mata mencari otonomi yang lebih besar untuk tanah air Himalaya.
(mdk/fas)