LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Laporan PBB: Bumi Kian Panas, Umat Manusia Bakal Sering Alami Cuaca Ekstrem

Laporan para ilmuwan menyebut umat manusia akan mengalami keadaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dan penyebab dari semua ini tidak diragukan lagi adalah manusia sendiri yang gagal memenuhi kesepakatan untuk mengurangi emisi global dalam Paris Agreement 2015.

2021-08-10 12:07:05
Perubahan iklim
Advertisement

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dibuat berbagai ilmuwan di berbagai belahan dunia kemarin mengatakan manusia akan lebih sering mengalami cuaca ekstrem dalam tahun-tahun mendatang akibat perubahan iklim yang disebabkan naiknya permukaan air laut dan melelehnya es di Benua Artik.

Laporan para ilmuwan menyebut umat manusia akan mengalami keadaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dan penyebab dari semua ini tidak diragukan lagi adalah manusia sendiri yang gagal memenuhi kesepakatan untuk mengurangi emisi global dalam Paris Agreement 2015.

"Skala perubahan yang terjadi baru-baru ini mengubah secara keseluruhan sistem iklim yang ada dan kondisi saat ini tidak pernah terjadi dalam beberapa abad hingga ribuan tahun lalu," kata laporan yang dibuat Panel Perubahan Iklim Antarpemerintah (IPCC), seperti dilansir Aljazeera, Selasa (10/8).

Advertisement

Suhu permukaan Bumi rata-rata diperkirakan akan mencapai 1,5 atau 1,6 derajat Celcius melebihi masa pra-industri pada 2030 nanti, menurut laporan IPCC. Namun ternyata apa yang diprediksi IPCC 3 tahun lalu itu sudah terjadi 10 tahun lebih dulu.

Pada pertengahan abad ini ambang batas suhu 1.5 derajat Celcius akan terlampaui, atau sepersepuluh derajat dari upaya paling ambisius untuk mencegahnya dan akan mencapai ambang batas itu pada kondisi sebaliknya.

Laporan PBB ini dibuat oleh 234 ilmuwan dari 66 negara dan ini adalah laporan paling lengkap yang dirilis panel PBB sejak 2013.

Advertisement

Sekjen PBB Antonio Guterres menyebut laporan IPCC ini adalah "tanda bahaya bagi kemanusiaan."

"Laporan ini menjadi seruan kematian bagi bahan bakar batu bara dan fosil sebelum mereka menghancurkan planet kita," kata dia dalam pernyataan. "Negara-negara harus mengakhiri eksplorasi bahan bakar fosil, produksi, dan beralih ke energi yang bisa diperbarui."

Sejak sekitar 1960, hutan, tanah, dan samudera mampu menyerap 56 persen semua karbondioksida yang dihasilkan manusia dan terjebak di atmosfer.

Permukaan air global naik sebesar 20 sentimeter sejak 19000 dan percepatan kenaikannya hampir tiga kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir.

Melelehnya es di puncak Antartika, terutama Greenland, menjadi faktor utama naiknya permukaan air laut.

Jika pemanasan global mencapai 2 derajat Celcius maka permukaan air laut akan naik sekitar setengah meter sepanjang abad ke-21. Dan ini akan terus naik hingga hampir 2 meter pada 2030--dua kali lipat dari angka yang diprediksi IPCC pada 2019.

Dalam skenario terburuk yang diprediksi para ilmuwan, permukaan air laut akan naik hingga dua meter pada 2100.

Ilmu palaeclimatology yang mempelajari iklim Bumi di masa lalu memberikan gambaran yang lebih mencemaskan.

Terakhir kalinya planet Bumi sepanas saat ini adalah sekitar 125.000 tahun lalu, permukaan air laut bisa naik hingga 5-10 meter. Itu artinya banyak kota di pesisir akan tenggelam.

Tiga juta tahun lalu ketika kandungan karbondioksida di atmosfer menyamai level hari ini dan suhu berada pada 2,5 derajat C lebih tinggi, permukaan air laut naik hingga 25 meter.

Laporan itu juga memuat data soal metan (CH4), unsur kedua paling penting dari efek rumah kaca setelah CO2 dan memperingatkan, kegagalan mengurangi emisi gas rumah kaca bisa membuat dunia tidak mencapai target yang disepakati pada Kesepakatan Iklim Paris atau Paris Agreement.

Baca juga:
BMKG Tagih Keseriusan Pemerintah Daerah Hadapi Perubahan Iklim
Mengering, Danau Terbesar Kedua di Bolivia Berubah Jadi Gurun
Kebutuhan RI Atasi Perubahan Iklim Naik Menjadi Rp3.779 Triliun
Daftar 112 Daerah Indonesia yang Terancam Tenggelam
Pakar ITB: Bukan Jakarta, Ada 112 Daerah di RI yang akan Lebih Cepat Tenggelam

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.