Kurang dari Dua Pekan, Omicron Jadi Varian Dominan di Irlandia
Lebih dari setengah kasus baru Covid-19 di Irlandia diyakini merupakan kasus varian Omicron, yang berarti saat ini Omicron menjadi varian dominan di negara tersebut.
Lebih dari setengah kasus baru Covid-19 di Irlandia diyakini merupakan kasus varian Omicron, yang berarti saat ini Omicron menjadi varian dominan di negara tersebut.
Kepala Petugas Medis Irlandia, Dr Tony Holohan mendesak warga divaksinasi dan mengurangi kontak sosial.
Holohan menyampaikan, membutuhkan waktu kurang dari dua pekan bagi Omicron untuk menjadi varian dominan di Irlandia, yang membuktikan "betapa menularnya varian ini".
Dikutip dari BBC, Senin (20/12), sebanyak 5.124 kasus Covid-19 terkonfirmasi dilaporkan pada Minggu.
Sampai pukul 08.00 waktu setempat, ada 426 pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit, dari jumlah tersebut sebanyak 107 pasien dirawat di ICU.
Tim Darurat Kesehatan Masyarakat Irlandia (NPHET) menyampaikan, pihaknya memperkirakan saat ini Omicron meliputi sekitar 52 persen dari kasus yang dilaporkan.
"Kami telah memperlambat penularan penyakit ini sebelumnya menggunakan tindakan dasar kami dan merespons segera jika bergejala - sangat penting kita melakukan segala yang kita bisa untuk menurunkan kurva gelombang ini sekarang untuk mencegah kematian, risiko bagi orang yang rentan, dan melindungi layanan kesehatan kita," jelas Holohan.
Pekan lalu, pemerintah Irlandia mengumumkan akan memberlakukan pembatasan yang lebih ketat di bidang perhotelan dan hiburan karena ancaman signifikan Omicron.
Mulai Senin, sejumlah tempat seperti bioskop dan teater harus tutup pada pukul 20.00.
Baca juga:
Kesibukan Warga Belanda Berbelanja Keperluan Natal Sebelum Lockdown
Uni Emirat Arab Akan Wajibkan Vaksin Covid-19 untuk Masuk ke Semua Kantor Pemerintah
Pfizer: Pandemi Bisa Berlangsung Sampai 2023, Baru Jadi Endemi Global Pada 2024
WHO: Kasus Omicron Berlipat Ganda Setiap 1,5 hingga 3 Hari
Paris Batalkan Pesta Kembang Api Tahun Baru karena Melonjaknya Kasus Omicron
Omicron Mengganas, Belanda Lockdown Ketat Selama Natal dan Tahun Baru
Penelitian: Vaksin Sputnik Rusia Lebih Tangguh Lawan Omicron