Krisis rasial kembali landa Sri Lanka
Kandy adalah wilayah terakhir yang diganggu oleh konflik agama dan etnis di Sri Lanka, sebuah negara berpenduduk 21 juta orang.
Sri Lanka memberlakukan jam malam di sebuah kota yang populer dengan turis, setelah dilanda kerusuhan antar komunitas agama selama berhari-hari yang mengakibatkan seorang seorang pria terbunuh dan toko terbakar.
Polisi mengatakan pada hari Senin bahwa telah terjadi kerusuhan dan serangan sejak akhir pekan lalu di distrik Kandy, sementara seorang sumber mengatakan bahwa kekerasan tersebut menyebar ke seluruh negara kepulauan Asia Selatan.
"Jam malam diberlakukan untuk mengendalikan situasi di daerah tersebut," kata juru bicara kepolisian Ruwan Gunasekera, seperti dikutip dari laman Al Jazeera, Selasa (6/3).
Petugas polisi pun ditempatkan disejumlah tempat di Kandy untuk memastikan tidak ada lagi serangan.
Massa membakar toko dan menyerang tempat peribadatan di bagian timur negara tersebut.
Pejabat lokal mengatakan lebih dari dua lusin tersangka telah ditahan oleh polisi.
Direktur eksekutif Pusat Hak Asasi Manusia Sri Lanka, Rajith Keerthi Tennakoon kecewa dengan lambannya polisi, yang menurutnya menyebabkan kekerasan tersebut terjadi.
Kandy adalah wilayah terakhir yang diganggu oleh konflik agama dan etnis di Sri Lanka, sebuah negara berpenduduk 21 juta orang.
Baca juga:
Gaya Jokowi berjabat tangan PM Sri Lanka
Ekspresi biksu garis keras Sri Lanka yang protes muslim Rohingya
Terciduk, pria ini ketahuan selundupkan emas 1 kilogram di liang dubur
Segelintir warga Sri Lanka gemar selundupkan emas di lubang anus
Jasad wartawan Inggris diterkam buaya di Sri Lanka ditemukan
Jurnalis Inggris diterkam buaya muara saat melancong di Sri Lanka
Menteri Sri Lanka menentang China kuasai pelabuhan malah didepak