KPU Thailand minta pemilu diulang
Menurut aturan konstitusi pemilu harus digelar serentak di hari yang sama di seantero negeri.
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Thailand Somchai Srisutthiyakorn hari ini mengatakan sulit untuk menyelesaikan pemilu yang sempat terganggu pelaksanaannya pada 2 Februari lalu. Dia bahkan membuka kemungkinan pemilu diulang seluruhnya.
"Jika situasi seperti ini masih terus berlanjut maka tidak mungkin pemilu berjalan sukses dan 95 persen kursi di parlemen tidak akan tercapai," kata dia dalam wawancara dengan Reuters, Selasa (11/2).
"Kita tampaknya harus mengorbankan pemilu kali ini dan menggelar pemilu baru. Pemerintah harus mengumumkan tanggal pelaksanaan pemilu baru dan meminta dukungan raja," ujar dia.
Menurut Somchai aturan konstitusi mengatakan penyelenggaraan pemilu harus digelar serentak di hari yang sama di seantero negeri. Jadi menyalurkan pemilu di hari lain bisa dianggap ilegal atau tidak sah.
Kelompok oposisi dari Komite Rakyat Reformasi Demokratis (PDRC) sejauh ini masih menolak bekerja sama dengan pemerintah untuk mengikuti pemilu.
"Saya sudah berkeliling ke 12 dari 14 provinsi di selatan dan PDRC di sana tidak mau bekerja sama. Mereka benar-benar menentang pemilu," kata Somchai.
Baca juga:
Di Thailand foto selfie ancam pembangunan negara
Polisi Thailand tangkap pemimpin demo antipemerintah
Bom meledak di jalanan Bangkok, enam orang luka
Lima orang paling 'ngeyel' sejagat
Bintang Thailand gabung klub La Liga