LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

KPK Inggris usut dugaan suap British American Tobacco di Kenya

Alasan BAT menyogok buat memudahkan urusan bisnis mereka di Kenya, sekaligus menggagalkan penyusunan rencana undang-undang pembatasan tembakau. BBC berhasil memperoleh bermacam dokumen rahasia tentang daftar penerima sogokan, termasuk anggota parlemen dan pesaing BAT di Afrika Timur.

2017-08-02 15:45:07
Kasus korupsi
Advertisement

Penyidik Lembaga Pemberantasan Korupsi Inggris (SFO) menyatakan sedang mengusut dugaan suap dilakukan perusahaan raksasa tembakau, British American Tobacco (BAT). Diduga produsen rokok Dunhill dan Lucky Strike itu menyogok pejabat pemerintah di Afrika demi memuluskan kepentingan bisnisnya.

Dilansir dari laman BBC, Rabu (2/8), SFO menyatakan sedang mengusut skandal korupsi melibatkan BAT, anak perusahaan, hingga individu-individu mempunyai hubungan dengan mereka di Afrika. Kabarnya, hal itu dilakukan setelah sebuah program televisi di BBC, Panorama, pada 2015 mengungkap bagaimana perusahaan itu menyuap sejumlah pejabat dan politikus di Kenya.

Dalam wawancara dengan salah satu pegawai BAT, Paul Hopkins, selama 13 tahun bertugas di Kenya dia membayarkan duit sogokan kepada para penyelenggara negara. Alasannya buat memudahkan urusan bisnis mereka di negara itu, sekaligus menggagalkan penyusunan rencana undang-undang pembatasan tembakau. Namun, dia tidak merinci berapa jumlah fulus pelicin sudah disetorkan.

Tim BBC menghabiskan waktu lima bulan buat menyusun laporan dugaan kongkalikong antara BAT dan para pejabat serta politikus di Kenya. Mereka juga berhasil memperoleh bermacam dokumen rahasia tentang daftar penerima sogokan, termasuk anggota parlemen dan pesaing mereka di Afrika Timur.

Terkait kabar itu, BAT menyatakan kini mereka akan bekerja sama dengan SFO dalam penyelidikan itu.

"Kami sudah diberitahu kalau SFO kini sedang melakukan penyelidikan resmi terhadap kami," tulis pihak BAT dalam pernyataan resminya.

SFO menyatakan siapa saja yang mempunyai data-data soal kecurangan BAT di Kenya bisa memberikannya kepada mereka dan menjamin merahasiakan identitas pelapor.

Bukan kali ini saja BAT diduga terlibat skandal korupsi. Pada era 2000-an, mereka diduga terlibat penyelundupan di Asia dan Amerika Latin.

SFO juga berperan dalam pengungkapan perkara rasuah melibatkan pengusaha dan pejabat di Indonesia. Antara lain kasus suap melibatkan perusahaan penghasil timbal peningkat oktan bahan bakar, Innospec Ltd., dan mantan petinggi Pertamina, Suroso Atmomartoyo, serta pemilik PT Sugih Interjaya, Willy Sebastian Lim. Perseroan terakhir adalah penyalur produk Tetraethyl Lead dari Innospec.

Kemudian juga membongkar perkara suap antara Rolls Royce dan mantan Direktur Garuda Indonesia, Emirsyah Sattar. Konon, Rolls Royce menyogok Emirsyah dengan uang Rp 20 miliar dan aset senilai Rp 26,76 miliar tersebar di Indonesia dan Singapura. Pelicin itu diberikan melalui Direktur PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo, yang merupakan konsultan perawatan pesawat buat memenangkan proyek pengadaan 50 pesawat Airbus A330 selama 2005 hingga 2014.(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.